Wagub Babel Sampaikan Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera Adalah Kunci Pengembangan Berbasis Kelautan

oleh -

BELITUNG TIMUR – Peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera dalam rangka HUT Kementerian Kelautan dan Perikanan ke 22 merupakan kunci pengembangan berbasis kelautan yang bukan semata eksploitasi terhadap sumber daya laut tetapi juga harus merawat, memelihara dan memberikan perlindungan ekosistem kelautan

Hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah dalam sambutan HUT KKP yang digelar di Pelabuhan Manggar – Belitung Timur, Selasa (26/09/2021).

Menurutnya, peluncuran Ekonomi Biru, Laut Sehat, Indonesia Sejahtera merupakan penjelmaan yang diharapkan dari seluruh provinsi daerah kepulauan, terutama Provinsi Kepulauan Babel yang luas wilayahnya 80 persen adalah lautan.

Selain itu sebutnya Provinsi Babel sudah menyelesaikan Perda No. 3 tahun 2020 tentang RZWP3K tahun 2020-2040, dan Perda ini bernuansa perikanan berkelanjutan dan bukan nuansa pertambangan karena sekitar 80% alokasi ruang yang ada digunakan bagi peruntukan kelautan dan perikanan serta pariwisata.

Tegasnya ini merupakan, “Komitmen Pemprov Babel untuk melanjutkan pembangunan berkelanjutan,” ujar Fatah dalam kesempatan tersebut.

Ia menambahkan, Pemprov telah melakukan inventarisasi terhadap lahan-lahan kritis eks penambangan yang luasnya 12.929,27 ha, untuk selanjutnya akan dioptimalisasi menjadi lahan strategis budidaya udang vaname.

“ Pada saat ini sedang dilakukan penyusunan masterplan dan kajian lingkungan hutan strategis guna mendapatkan rekomendasi dan persetujuan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan,” jelas Fatah.

Ia menggambarkan saat ini di Bangka Belitung telah dilakukan usaha budidaya udang vaname dari 123 perusahaan yang tersebar di seluruh wilayah Babel.

Adapun bentuk dukungan dari Provinsi Babel sejauh ini tutur Fatah sudah dilakukan revitalisasi pelabuhan, dimana pengembangan pelabuhan perikanan juga merupakan konsen Pemprov Bangka Belitung untuk pengembangan sektor kelautan dan perikanan yang tersebar di seluruh wilayah Bangka Belitung.

Fatah menginformasikan, pelabuhan yang sudah direvitalisasi adalah pelabuhan perikanan pantai, PPN Sungailiat, PPI Batu Belubang, Kurau, Sungai Selan, Sadai, Selat Nasik, Tanjungpandan, Manggar dan Gantung.

Sambungnya, saat ini sedang dilakukan pengembangan atau modernisasi pelabuhan perikanan pantai muara sungai Batu Rusa dengan konsep pasar ikan berbasis wisata yang merupakan proyek pasar ikan modern yang bertujuan meningkatkan kualitas pusat perdagangan perikanan di pulau Bangka Belitung.

Sehingga dapat memenuhi kegiatan yang mencakup kegiatan pendaratan perikanan, distribusi, pemasaran dan wisata yang selaras dengan metode pengembangan ekonomi biru dalam mendukung rencana KKP untuk melakukan sarana pelabuhan dan berskala internasional. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *