Momen Yang Paling Ditunggu Para Guru

oleh

BELITONG BETUAH – Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Tanjung Pandan melaksanakan jalan santai dalam rangka Hut PGRI Ke 76 dan Hari Guru Nasional, dengan tema ‘Bangkit Guruku, Maju Negeriku, Indonesia Tangguh, Indonesia Tumbuh’.

Jalan santai diikuti sekitar 1.200 peserta di Pantai Wisata Tanjung Pandan sebagai garis start dan finish, melewati Bundaran Batu Satam, Jalan Veteran, Simpang Saidan dan Jalan Pattimura.

Disampaikan Ketua Pimpinan Cabang ( PC) PGRI Tanjung Pandan, Zuhri setiap Hut PGRI dan Hari Guru Nasional merupakan momen yang paling ditunggu oleh setiap guru di seluruh Indonesia untuk melaksanakan berbagai kegiatan.

Menurut Zuhri yang juga Kepala Sekolah SDN 16 Tanjung pandan, guru mempunyai tugas beragam berimplementasi dalam bentuk pengabdian yang meliputi bidang profesi, kemanusiaan, dan Kemasyarakatan.

Selanjutnya kata Zuhri PGRI adalah wadah bagi organisasi guru dalam menginspirasikan dirinya sebagai tenaga profesional sekaligus menjadi garda terdepan di dunia pendidikan.

Akan tetapi, sejak adanya pandemi covid-19 banyak guru yang merasa kesulitan dalam melakukan bimbingan kepada murid. Meski demikian guru tidak mudah menyerah dan hingga hari hal tersebut bisa dilewati dengan baik.

Setelah berbagai kendala dihadapai sambungnya, kini guru sudah mulai bersemangat, karena sudah bisa mengajar secara luring di sekolah. Itu merupakan hal yang penting dilakukan, sebab guru bisa mengajar dengan baik tanpa adanya kendala.

Sehingga dengan demikian tambahnya setiap guru bisa melakukan tugasnya secara maksimal, begitu juga dengan siswa/i merasakan hal yang sama, karena mereka bisa bertemu dan berinteraksi dengan teman sekelas.

Sementara itu, Sekretaris Camat Tanjung Pandan, Zaindera Jaya mengatakan, akan mengintruksikan setiap Desa di Kecamatan Tanjung Pandan membantu kegiatan setiap sekolah di Desa setempat dalam menjalankan kegaitan menyambut HUT PGRI.

“Memang pembahasan ABPDes 2022 sudah selesai, tapi tidak menutup kemungkinan nanti ABT (Anggaran Belanja Tambahan), kalau memang memungkinkan setiap desa yang ada di kecamatan Tanjung Pandan dapat membantu kegiatan yang dilakukan oleh sekolah menyambut HUT PGRI,” imbuhnya.

Untuk itu ia berharap agar covid-19 bisa berlalu, sehingga dana covid-19 tidak lagi dianggarkan, dan membantu hut PGRI dalam pelaksanaan kegiatan.

Zaidera menyampaikan, Desa masih mempunyai peluang untuk menganggarkan Hut PGRI dalam melaksanakan kegiatan, karena ini sifatnya memberdayakan masyarakat.

“Di Kecamatan Tanjung Pandan, yang membawahi 7 lurah, 9 kepala desa, dengan bergabung desa dan kelurahan ada 12 ranting, diharapkan bekerjasama dengan lurah dan kepala desa dalam melakukan kegiatan,” katanya.

Ia melanjutkan, berdasarkan pengalamannya sebagai mantan Lurah Kampung Damai, waktu itu ia mengajak, kepala sekolah atau ranting PGRI membahas dalam Musrembang desa atau kelurahan. Usulan-usulan tersebut bisa dilakukan dalam Musrembang tingkat kecamatan hingga tingkat Kabupaten.

Terangnya, di Belitung, Desa yang mempunyai anggaran tebesar adalah Desa Air Saga diatas angka Rp 3 Miliar yang dihitung berdasarkan jumlah penduduk. Jumlah penduduk Desa Air Saga kurang lebih 10 ribu orang.

“Semakin banyaknya maka semangkin besar lah anggarannya. Setahu saya yang paling kecil itu Pulau Sumedang Rp 1 Milir lebih,” ujarnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *