Kagum Dengan Penghasilan Nelayan, Menaker Ida Fauziyah Ajak Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan

oleh -

BELITONG BETUAH – Menteri Ketenagakerjaa Ida Fauziyah lakukan sosialisasi manfaat program BPJS Ketenagakerjaan bagi nelayan di halaman kantor Dinas Perikanan Belitung, Jumat (31/12/2021).

Ia mengatakan Belitung, tidak hanya dikenal dengan film Laskar Pelangi, tapi sebagai kota harapan untuk pengembangan sektor pariwisata kedepan.

Ungkap Ida, potensi alam, kekayaan melimpah yang dimiliki Belitung, tidak hanya berada di bawah tanah tetapi kekayaan yang ada dibawah laut juga sangat luar biasa, dan kalau bisa mengelolanya tentu akan memberikan harapan bagi anak-anak dan cucu kita ke depannya.

Sehingga ia menghimbau, tidak hanya berpikir untuk saat ini saja dan tidak hanya untuk kita saja, melainkan harus memikirkan keturunan selanjutnya. Jadi imbuhnya kita tak lagi berpikir sehari bisa dapat Rp 2 juta atau lebih.

Yang seharusnya dipikirkan saran Ida, bagaimana bapak/ibu sekarang ini berpikir untuk anak, cucu ke depannya. Jadi, salah satu cara untuk memberikan masa depan buat generasi berikutnya dengan mengikut sertakan peserta BPJS. “Kalau bapak ibu sebagai pribadi pekerja mandiri bisa menjadi peserta BPJS mandiri atau jika memiliki hubungan kerja maka menjadi bagian dari hubungan kerja antara pemberi kerja dengan pekerja,” katanya dihadapan para undangan.

Ia menerangkan, dengan menjadi peserta BPJS ketenagakerjaan ada banyak manfaat yang didapat, seperti Jaminan Kecelakaan Kerja dan Jaminan Kematian (JKK-JKM). “ Dengan 2 manfaat saja, jika umur kita tidak panjang, kita bisa memberikan harapan kepada anak-anak kita berupa bantuan beasiswa sampai mereka kuliah,” terangnya.

Pada kesempatan itu, ia juga menjelaskan manfaat baru yang diperkenalkan melalui Undang-Undang Cipta Kerja yaitu jaminan kehilangan pekerjaan. Sebutnya, dulu jika terjadi kehilangan pekerjaan, harapannya dari pesangon, Cuma sayangnya pesangon yang diberikan tidak sesuai ketentuan undang-undang.

Tapi kini, tukasnya dengan adanya program baru yakni Jaminan kehilangan pekerjaan, disamping bisa mendapatkan pesangon dari perusahaan, kemudian peserta BPJS yang di PHK, berhak mendapatkan cash money. Bahkan sambungnya, tidak hanya itu, mereka juga berhak mendapatkan pelatihan, berhak mendapat ruang akses kerja.

Lebih lanjut ia sampaikan, Pemerintah ingin memastikan masyarakat yang bekerja bisa mendapatkan jaminan sosial, sehingga keluarga yang ditinggalkan pun bisa mendapatkan jaminan sosial.

“Saya senang sekali, ternyata nelayan kita, terutama disini (Belitung) sekurang-kurangnya Rp 2 juta per hari. Saya hitung-hitung enaknya jadi nelayan dari pada jadi menteri. Coba, kalau dapat 2 juta dikali 30 hari, uda dapat Rp 60 juta. Pak, gaji Menteri gak sampai segitu. Kayaknya saya harus tinggal di Belitung biar dapat penghasilan seperti bapak dan ibu,” ucapnya sembari bercanda.

Dengan penghasilan tersebut, ia berharap nelayan bisa mendaftarkan diri untuk masuk jadi peserta BPJS Ketenagakerjaan, soalnya mengikuti JKK dan JKM itu hanya Rp 16.800 per bulan.

Menurutnya Rp 16.800 dibandingkan beli rokok jika di hitung misalnya harga rokok Rp 30 ribu per hari, ditotal bisa ratusan ribu per bulan. “Sementara kalau ikut program JKK dan JKM itu bisa dibayarkan untuk selama 2 tahun. Tentu, ini untuk diri kita dan untuk keluarga,” pungkasnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *