Peringati Hari Jadi Kota Beltim ke 19, Aan Sampaikan Membangun Beltim Harus Bersama-sama

oleh

BELITONG BETUAH – Kabupaten Belitung Timur sekarang sudah banyak berubah dan menghasilkan sesuatu yang baik, dari awal terbentuknya, yang tidak mempunyai apa-apa.

Hal itu dikatakan oleh Bupati Belitung Timur, Burhanudin (Aan) kepada awak media usai Rapat Paripurna dalam rangka memperingati Hari Jadi Kabupaten Belitung Timur ke 19, Kamis (27/01/2022).

Aan menyampaikan, keberhasilan ini tentunya sudah dirintis dan diperjuangkan oleh para pemimpin Beltim sebelumnya.

Sebutnya, dari fase RPJP (Rencana Pembangunan Jangka Panjang) Beltim terbentuk sejak tahun 2004/2005, yang segera berakhir di tahun 2025 mendatang.

Ia melanjutkan, RPJP Beltim sejauh ini sudah dijalankan oleh 5 tahun kepemimpinan Kepala Daerah sebelumnya, dan akan berakhir dimasa kepemimpinannya.

Tentunya dari fase selama 5 tahun, ke fase berikutnya, sudah banyak prestasi yang dicapai oleh para pemimpin sebelumnya, meski begitu masih banyak hal yang harus diperbaiki dari apa yang sudah dilakukan.

Untuk itu, untuk rencana memperbaikinya, ia akan mengurai benang merah, tahap demi tahap secara bersama mulai dari persoalan infrastruktur, ekonomi, kemiskinan, kinerja dan persoalan sebagainya.

“ Tentunya persoalan ini tidak bisa dikerjakan oleh Kepada Daerah dan Wakilnya saja, tetapi membutuhkan sinergitas dari seluruh stakeholder di lingkup Pemerintah Daerah dalam rangka mewujudkan Belitung Timur sesuai slogan yang diemban Beltim Bangkit dan Berdaya,” kata Aan.

Masih di tempat yang sama, Wakil Gubernur Babel, Abdul Fatah yang hadir dalam acara tersebut, diadakan di Gedung DPRD Beltim, menyampaikan dalam catatan strategis, pembangunan harus disikapi pada waktu pembahasan Rencana Kerja Pemerintah Daerah atau RKT (Rencana Kerja Tahunan) sehingga nanti akan muncul sebuah kebijakan.

Oleh karena itu, ia menyarankan kepada setiap Kabupaten dan Kota di lingkup Provinsi Babel pada saat melaksanakan Musrembang RKT harus segera dipertimbangkan sehingga masuk dalam prioritas pembangunan.

Sambungnya, dalam penyelenggaraan pemerintah, pembangunan dan pemberdayaan masyarakat terutama di Beltim sudah cukup baik. Meski begitu masih ada beberapa hal yang harus ditingkatkan salah satunya mengenai angka kemiskinan.

“Angka kemiskinan di Beltim berdasarkan data BPS di tahun 2020 dikabarkan bahwa keberadaan penduduk, dengan persentasinya masih cukup besar,”ujarnya.

Tambahnya, untuk mengurangi kemiskinan harus meningkatkan roda perekonomian di Beltim, salah satu yang bisa dilakukan perlu adanya pelabuhan, sehingga Beltim tidak lagi menunggu datangnya barang dari pelabuhan lain.

“Jadi mengapa mereka tidak membuat (tempat) sandar pelabuhan sendiri, yang berkaitan dengan pembangunan fisik,” tuturnya.

Padahal ujar Fatah, lingkup wilayah Provinsi Babel sendiri cukup luas terdiri dari 6 Kabupaten dan 1 Kota dimana masing-masing daerah harus ada sebuah pelabuhan. Namun dalam prioritas pembangunan fisik, pelabuhan memang tidak mudah. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *