Untuk Percepatan Pembangunan di Beltim, Pelabuhan Lama Sungai Manggar, Akan Dioperasikan

oleh -

BELITONG BETUAH – Bupati Belitung Timur, Burhanudin (Aan) mengatakan di usia Beltim ke 19 tahun, masih banyak bergantung dengan kabupaten sebelah.

“Suka, tidak suka, kami harus melihat bahwa kondisi ini terjadi pada tahun 2017, sejak Beltim mengalami musibah banjir,” ujar Aan kepada awak media usai Sidang Paripurna Hari Jadi Kabupaten Beltim ke 19 di Gedung DPRD Beltim, Kamis ( 27/1).

Menurutnya, ini merupakan suatu musibah bagi daerah ini, dimana Beltim tidak mempunyai pintu gerbang di sektor laut, yakni pelabuhan.

Ia juga menyampaikan, sejauh ini, Beltim sudah cukup lama bergantung pada Kabupaten Sebelah, padahal secara geografis, Geopolitik dan Geostrategi Beltim berada pada ALKI 1, yang mana sangat dekat dengan pulau Jawa sehingga percepatan pembangunan pelabuhan harus segera di dorong.

Selain itu, akan dilakukan pengerukan alur muara sungai Manggar yang merupakan pelabuhan lama terang Aan, soalnya akan dibuka transportasi laut, untuk membuka komunikasi Beltim dengan dunia luar.

Apalagi lanjutnya seluruh sumber daya alam di Beltim diangkut semua ke luar, melalui pelabuhan Tanjung pandan. Karena itulah, tukasnya suka, tidak suka pelabuhan Manggar yang lama akan harus dioperasikan kembali menjadi pelabuhan pengumpan dari Jakarta ke Belitung Timur.

“Kita harus berpikir secara kolektif bahwa ini harus kita lakukan, suka tidak suka harus kita lakukan untuk membuka Beltim ke wilayah lain. Kita harus menjaga komunikasi dengan Ketapang, Kalimantan Barat dan Pulau Jawa – Jakarta yang mana semua itu harus dimulai dari sektor laut, karena memang kita hanya memiliki sektor laut,” jelasnya.

Ia menekankan, bayangkan barang-barang kelontong, barang kebutuhan rumah tangga, itu semua di distribusikan dari Tanjung pandan ke Beltim. Sementara itu jarak Beltim jika kita tarik garis lurus sangat dekat dengan Jakarta. Untuk mempercepat itu yang harus kita lakukan adalah mempercepat, membuka pelabuhan.

“Sekarang ini posisi kami sedang mempersiapkan dari sisi administrasi untuk kami sampaikan kepada Pemerintah Pusat, melalui Kementerian Perhubungan, dan kita akan hibahkan aset tersebut menjadi aset pusat untuk diusulan pembangunan Dendang,” ungkap Aan.

Selain itu, Aan juga menerangkan dari tatanan Pemerintahan, tentu penyelenggaraan tata pemerintah harus baik, oleh sebab itu melalui sistem E – Kinerja, disiplin pegawai akan dirubah dari sebelumnya, dari fungsi yang terlampau nyaman sesuai menjadi yang diemban oleh Pemerintah pusat melalui Kemenpan RB dan BKN.

“Karena itu kita ingin mengikat dengan aturan yang lebih baik agar memiliki tanggung jawab terharap profesional kinerja mereka sebagai ASN dan pegawai kontrak di lingkup Pemda Beltim,” pungkasnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *