Hari Pertama Festival Olahraga Tradisional, Diantaranya Tampil Atraksi Bak Tanjuk dan Dayang Ketupang

oleh

Tanjungpandan, BELITONGBETUAH.com – Pemkab Belitung, siang tadi membuka Festival Olahraga Tradisional (FOT), yang akan berlangsung selama 2 hari, 29- 30 Maret 2022, di Kawasan Wisata Tanjung Pendam.

Kepala Panitia FOT Kab. Belitung, Yerzon menerangkan festival ini sengaja digelar guna meningkatkan kemampuan dan kesegaran jasmani masyarakat serta sebagai ajang sosialiasi terhadap olahraga tradisional masyarakat yang ada di Bangka Belitung.

Ia juga mengatakan festival ini di ikuti oleh masyarakat dari kategori umum dan kategori pelajar. Peserta FOT dari kategori umum sendiri terdiri dari masyarakat dengan rentang usia 18 hingga 60 tahun sementara peserta FOT dari kategori pelajar merupakan pelajar yang duduk di jenjang SMP dan SMA.

Lanjutnya, nanti para pemenang akan diberikan penghargaan oleh pemerintah daerah, “Kepada para pemenang akan diberikan tropi, piagam, dan uang pembinaan dengan total pembinaan 28 juta rupiah untuk kategori umum dan kategori pelajar,” bebernya.

Pada hari pertama festival, ada 9 regu yang tampil dari kategori umum. Mereka menampilkan beragam atraksi, antara lain: Nyurong Perahu, Bak Tanjuk, Seni pertunjukan Pencak Silat dan Dayang Ketupang, lengkap dengan narasi mengenai maksud dan tujuan dari atraksi tersebut, yang dulunya dimainkan dalam masyarakat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olah raga, Junaidi, SPd yang mewakili Bupati Belitung Sahani Saleh dalam sambutannya mengatakan upaya melestarikan Olahraga tradisional ini adalah suatu hal yang cukup penting. Sehingga dengan kegiatan Festival olahraga tradisional, secara tidak langsung akan memberikan efek positif di kalangan masyarakat, “Kiranya kegiatan ini akan semakin memotivasi masyarakat untuk ikut melesatrikan olahraga tradisional, serta memanfaatkan olah raga tradisional untuk menjaga kualitas jasmani sehingga seluruh masyarakat Belitung siap untuk beraktivitas dalam membangun daerah,” terangnya.

Ia menambahkan ada banyak efek positif yang dapat di ambil dari festival olahraga tradisional, diantaranya untuk memberikan kesadaran kepada masyarakat agar masyarakat senantiasa memanfaatkan olahraga sebagai modal untuk hidup sehat.

Disamping itu, festival olahraga ini, juga bertujuan untuk dan memberikan gambaran mengenai moda olahraga alternatif, “Olahraga tidak harus mahal dan menggunakan alat- alat pendukung olahraga yang modern dan canggih sebab untuk sehat olahraga – olahraga seperti yang dilaksanakan pada hari ini dapat diimplementasikan secara berkelanjutan dalam kehidupan sehari hari,” imbuhnya.

Ia juga menekankan selain sebagai media untuk menjaga kesehatan, menjaga kelestarian olahraga tradisional merupakan salah satu kewajiban kita sebagai masyarakat Indonesia, “Ini mejadi kewajiban kita untuk terus menjaga tradisi dan kebudayaan daerah di tengah globalisasi dunia,” tukasnya.

Oleh karena itu, ia berharap nantinya sekolah -sekolah yang ada di Kabupaten Belitung dapat memberikan dukungan terhadap berbagai program dibidang olahraga tradisional yang ada. (Aril)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.