Pak Jun, Kadispora Belitung, Terpukau Dengan Atraksi Peserta Dalam Festival Olahraga Tradisional

oleh

Tanjung pandan, BELITONGBETUAH.com- Ditengah teriknya matahari, usai Festival Olahraģa Tradisional dibuka, Selasa ( 29/3) sekitar pukul 14.15, tanpa menunggu lama peserta langsung show up. Hebatnya meski cuaca sangat panas, peserta dan penonton, terlihat sama- sama antusias. Peserta antusias untuk menampilkan atraksi terbaiknya, sedangkan penonton antusias melihat atraksi tersebut.

Berdasarkan pandangan mata di lapangan, tampak penonton yang berada di sisi kiri kursi undangan duduk dibawah beralaskan aspal. Sementara penonton yang lain berkumpul, melihat dari kejauhan, berteduh dibawah pohon.

banner sidebar

Kaki-kaki peserta tanpa alas itu bergerak lincah, kesana kemari, mengikuti musik dan ritme atraksi, tak menghiraukan panasnya aspal kawasan Tanjung pendam, tempat diselenggarakannya festival tersebut pada Selasa siang itu. Tak ada erangan kesakitan dari peserta, mereka melebur, menyatu dan larut dalam ekspresi kreativitas yang tanpa batas.

Pak Jun (Junaidi) Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Belitung, dibuat terpukau oleh suguhan atraksi yang ditampilkan peserta. Secara gamblang ia katakan,” Jangan kan orang luar, kami pun sebagai penyelenggara tidak tahu apa-apa saja, olahraga tradisional yang akan dimainkan oleh Peserta,” ungkapnya mengenai pertunjukkan dari peserta, sehingga tak heran bila ia merasa kagum.

Sambungnya, setelah mereka tampil baru tahu. “ Oh, ini kegiatan-kegiatan olahraga tradisional yang dimainkan pada zaman dulu. Jadi baru terbongkar,” tuturnya.

Ia menyebutkan, contoh yang dari Membalong, Bak Tanjuk, itu mereka bermain berdasarkan kreativitas, permainannya menarik, dipadu dengan narasi yang luar biasa, sehingga menjadikan tontonan itu sangat berkualitas. “ Kita juga tidak tahu, ternyata baru tergali bahwa ada keahlian dengan adanya acara ini,” katanya tanpa mampu menutupi rasa bangga akan atraksi-atraksi dari para peserta.

Karena itulah, ia berharap dengan acara ini mudah-mudahan permainan tradisional bisa lebih tergali lagi, karena ada banyak permainan zaman dulu yang kita tidak tahu, karena tidak pernah di tampilkan secara umum.

Selain itu, ia juga berharap semoga olahraga-olahraga tradisional ini dapat di Publikasikan agar bisa dikenal orang banyak, sehingga bisa sampai ke tingkat nasional. “ Agar olahraga tradisional ini bisa menjadi olahraga nasional, seperti yang ada di Potradnas kemaren,” harapnya.

Kepada BB yang mewawancarainya disela- sela acara, kembali ia membicarakan Bak Tanjuk, dimana suguhan itu di tampilkan oleh anak muda. Sehingga harapannya akan kaum muda untuk mengenal permainan tradisional, yang dulu dimainkan masyarakat seakan terwarisi.

“ Membalong kalok tidak tampil, kita urang Tanjong tidak tahu ada permainan tradisional di Belitong seperti ini. Baru ini lah ngendengar dan melihatnya,” tukasnya serta menyebutkan kalau atraksi dari peserta lainnya, juga bagus- bagus.

Berangkat dari sini, ia berharap mungkin Dinas Pariwisata dan Dinas yang lain, ketika ada tamu dari luar, permainan ini bisa di tampilkan. “ Mudah-mudahan, jika nanti ada event nasional di Belitung baik itu yang di gelar, ini bisa di tampilkan seperti tarian selamat datang,” pungkasnya. (Yusnani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.