Inovasi Puskesmas Gantung Untuk Menurunkan Kasus Kematian Ibu Hamil

oleh

BELTIM, BELITONGBETUAH. com – Kesehatan Ibu dan Belita menjadi salah satu penentu generasi dimasa depan. Peningkatan pengetahuan dan mengubah sikap ibu tentang kesehatan diri dan anaknya menjadi bagian yang sangat penting, maka dari itu Puskesmas Gantung mengemasnya dalam program kelas ibu hamil.

Kepala Puskesmas Gantung, drg. Ayu Nilam Sahri mengungkapkan, Kelas Ibu Hamil dilakukan untuk meningkatkan pengetahuan, mengubah sikap dan prilaku mengenai kondisi kesehatan. Hal ini dilakukan karena tingginya angka persalinan SC (Section Cesarea) di Kecamatan Gantung.

Program ini merupakan hasil kerjasama berbagai pihak melalui kemitraan bersama Pemerintah Desa. Dalam kelas ibu hamil, diadakan senam Yoga yang bertujuan mengurangi rasa sakit pinggang pada trimester ke tiga, melatih pernapasan dan menurunkan kecemasan saat menghadapi persalinan.

“ Berlatih senam hamil yoga pada masa ini merupakan salah satu solusi self help yang menunjang proses kehamilan , kelahiran dan bahkan pengasuhan anak yang dapat dilakukan dalam kelas, antenatal, yang merupakan sarana untuk belajar kelompok tentang Kesehatan ibu hamil, dalam bentuk tatap muka yang bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan mengenai kehamilan, persalinan, perawatan nifas dan perawatan bayi baru lahir,” terangnya.

Selain itu sebutnya dapat meningkatkan berat lahir dan mengurangi kejadian premature dan komplikasi persalinan, meningkatkan aliran darah dan nutrisi janin secara adequate serta berpengaruh juga pada organ reproduksi dan panggul ibu untuk mempersiapkan kelahiran anak secara alami.

Lebih lanjut Ayu sampaikan, sejauh ini, program tersebut sudah berjalan selama 2 tahun. Di Beltim pertama kali dilaksanakan di Desa Gantung, dikuti 5 Desa lainnya. “Program ini diadopsi sebagai program resmi Puskesmas Gantung sejak Tahun 2020 dan akan berlanjut hingga semua Desa melakukan program ini dan menurunkan angka persalinan dengan tindakan serta menekan AKI di wilayah kerja Puskesmas Gantung,” ujar Ayu lagi.

Ia menambahkan, untuk menjaga program ini tetap berlanjut dan tidak bergantung pada satu instruktur saja, maka akan memfasilitasi Bidan Desa mengikuti pelatihan Yoga Ibu Hamil. Fokus pelaksanaannya tidak hanya pada fisik saja tapi dari segi psikologis yang mampu menurunkan kecemasan ibu hamil dalam menghadapi proses persalinan.

Ayu menjelaskan, kelas ibu hamil menjadi salah satu cara untuk menurunkan angka kematian ibu dalam mencapai tujuan pembangunan berkelanjutan. Target Nasional Angka Kematian Ibu (AKI) pada tahun 2030 berdasarkan SDGs bahwa penurunan AKI menjadi 70 per 100.000 Kelahiran Hidup. Sedangkan untuk provinsi Kepulauan Bangka Belitung target SBGs penurunan AKI menjadi 22 per Kelahiran Hidup.

“Kelas Ibu Hamil dengan Yoga Terkini (LAMBORGINI) terbukti mampu menarik minat ibu hamil, hal ini dapat dilihat dari naiknya jumlah peserta kegiatan Kelas Ibu Hamil dari 186 ibu hamil pada tahun 2019 menjadi 250 ibu hamil pada tahun 2021. Kelas Ibu Hamil dengan Yoga Terkini (LAMBORGINI) berhasil meningkatkan minat Ibu Hamil mengikuti kelas Ibu Hamil yang sebelumnya dari 186 orang (2019) menjadi 250 orang (2021),” tuturnya.

Selain itu kata Ayu persalinan normal meningkat dari 154 orang (2019) menjadi 231 orang (2021) dan persalinan dengan tindakan SC (Sectio Cesarea) menurun dari 32 orang (2019) menjadi 19 orang (2021). Adanya pengaruh terhadap proses persalinan, berdampak juga terhadap penurunan AKI (Angka Kematian Ibu). di Wilayah UPT Puskesmas Gantung dari 4 orang (2019) menjadi 1 orang (2021).

Pada tahun 2019 AKI Provinsi Kepulauan Bangka Belitung 36 kasus, Kabupaten Belitung Timur 9 kasus dan Puskesmas Gantung terdapat 4 kasus kematian ibu. Upaya ini dilakukan dengan kegiatan Kelas Ibu Hamil dengan Yoga Terkini dapat memberikan akses pada ibu hamil untuk memudahkan ibu hamil melakukan yoga ibu hamil yang di pandu oleh instruktur terlatih. Contoh capaian TPB pada tahun 2021 menunjukkan bahwa Puskesmas Gantung telah berhasil menurunkan Angka Kematian Ibu menjadi 1 orang. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.