Bank Indonesia Ajak Pelaku UMKM di Babel Kembangkan Potensi Daerah

oleh

Guna mendukung perkembangan dan meningkatkan pelaku UMKM di Babel, Bank Indonesia adakan talkshow pada Sabtu, ( 21/5). Talkshow tersebut merupakan rangkaian dari kegiatan Launching Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) 2022, yang diselenggarakan di Pendopo Tanjung Kelayang, Belitung, Provinsi Bangka Belitung, berlangsung dari 20-22 Mei 2022.

Untuk mendukung kampanye Gerakan Bangga Berwisata #DiIndonesia (GBWI), Karya Kreatif Indonesia, dan Festival Keuangan Indonesia (FEKDI), dengan mengusung tagline Cahaya Bangka Belitung, talkshow diselenggarakan dalam format hybrid, terdiri dari dua sesi mengangkat tema berbeda, dengan prominent speaker pada bidangnya.

Sesi pertama Talkshow bertajuk “Wastra, Wisata & Rempah Bangka Belitung Mendunia” bertujuan meningkatkan pemahaman dan kapasitas peserta terkait potensi wastra (kain tradisional), wisata, dan rempah Bangka Belitung baik di tingkat nasional maupun internasional.

Pada kesempatan itu, Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Babel, Budi Widihartanto mengatakan potensi pada aspek wastra, wisata dan rempah di Babel, perlu sinergi antar stakeholder yang disertai publikasi dan promosi untuk mendorong go-global, salah satunya melalui kegiatan talkshow yang diinisiasi oleh Bank Indonesia.

Sedangkan, Kepala Group Pengembangan UMKM dan Keuangan Inklusif Departemen Pengembangan UMKM dan Perlindungan Konsumen Bank Indonesia, Elsya Chani, menjelaskan peranan dan dukungan Bank Indonesia untuk mendukung wastra, wisata, dan rempah agar go-global.

Selanjutnya, Direktur Penggunaan dan Pemasaran Produk Dalam Negeri Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Ibu Ida Rustini menyampaikan potensi, peluang dan strategi pengembangan wastra, wisata, dan rempah di Provinsi Kep. Bangka Belitung. Acara dilanjutkan dengan penyampaian materi terkait wastra sebagai warisan budaya yang bepotensi untuk go-global oleh owner Tenun Gaya, Wignyo Rahadi dan materi mengenai potensi muntok white pepper sebagai rempah khas Belitung yang dibutuhkan dunia.

Dalam siaran presnya, disebutkan tema kedua dalam talkshow tersebut, membahas mengenai “Pengembangan Ekonomi Keuangan Digital Melalui Digitalisasi Sistem Pembayaran Sebagai Akselerator Pemulihan Ekonomi”.

Di buka Dian Aziza Damhart, ekonom Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia yang menyampaikan tentang digitalisasi sistem pembayaran melalui QRIS dan UE, dalam mendukung Ekonomi Keuangan Digital. Terkait tema tersebut, pada kesempatan yang sama Vice President Transaction Banking Retail Sales Bank Mandiri, Andhika Hendro Dwiantoro, menerangkan bagaimana digitalisasi dan inovasi perbankan dapat mempercepat pemulihan ekonomi.

Sesi kedua ditutup dengan success story dan Pemanfaatan Sistem Pembayaran Digital yang dikisahkan oleh desainer sekaligus pemilik UMKM Batik D’Mahen, Mahendra Djayusman. Dengan tema ini, diharapkan pemahaman masyarakat akan manfaat, kebijakan dan inisiatif digitalisasi sistem pembayaran dalam rangka mengembangkan Ekonomi Keuangan Digital (EKD) terutama untuk mendukung akselerasi pemulihan ekonomi akan meningkat serta diharapkan pula dapat turut meningkatkan partisipasi masyarakat dalam ekonomi keuangan digital. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.