Terharu, Jadi Dayang Belitong 2022, Floren Citra Valencia Sempat Meneteskan Airmata

oleh

TANJUNG PANDAÑ- BELITONGBETUAH.com- Dinobatkan jadi Dayang Belitong 2022, Floren Citra Valencia sempat meneteskan air mata saking terharunya. Tangis haru sekaĺigus bahagia itu, katanya mengingat jalan meraih mahkkota tersebut tak mudah.

Namun sejatinya, gadis kelas XI SMA N 1 Tanjung pandan pada malam puncak pemilihan Bujang Dayang Belitong 2022, Sabtu malam (28/5) di Pantai wisata Tanjung pendam, dengan performanya yang ceria, luwes, penguasaan panggung yang tanpa nervous, inner beuty yang terpancar serta kemampuan bahasa inggris-nya, telah mencuri perhatian sejak awal kemunculannya di atas panggung.

banner sidebar

Ditemui usai dirinya terpilih dalam ajang bergengsi tahunan bagi kawula muda, Floren mengatakan usaha untuk menjadi finalis apalagi sampai memenangkan Bujang Dayang Belitong sangat luar biasa. Dirinya harus betul- betul mempersiapkan diri, apalagi para finalis lainnya tak kalah hebatnya.

“Waktu latihan kemarin padat sekali. Kita bisa tidurnya jam 03.00 sampai jam 04.00 terus bagun lagi jam 06.00 buat latihan lagi. Makanya waktu berhasil itu rasanya terharu,” ujar gadis berusia 16 tahun itu menceritakan 2 hari masa karatina di Hotel Golden Tulip.

Dengan keluarnya ia sebagai pemenang, otomatis dirinya akan mengemban tugas sebagai Duta Wisata selama setahun. Ucapnya,” Bagi saya dengan terpilih menjadi duta wisata daerah, bisa berperan besar untuk memotivasi anak muda sehingga mereka bisa mengetahui potensi wisata di Daerahnya”.

Guru dan Murid

Bujangnya sendiri diraih Muhamad Firmansyah, keduanya merupakan utusan dari Tanjung pandan. Muhamad Firmansyah merupakan Guru Tata Boga di SMK Negeri 3 Tanjung pandan sedangkan Floren Citra Valencia murid di bangku Kelas XI SMA Negeri 1 Tanjung Pandan jurusan Bahasa.

Terkait tugas mereka berdua sebagai Duta Wisata, M. Firmansyàh menyampaikan sebagai duta wisata mereka mempunyai visi yaitu mengemas budaya Belitung lebih kedalam menjadikan sesuatu yang modern dengan tetap mengedepankan budaya tradisional, sehingga bisa membangkitkan minat dari masyarakat atau generasi muda.

Menurutnya, seperti diketahui generasi muda sekarang banyak yang memiliki kesibukan dengan gadget. Dengan itulah bagaimana caranya membuat suatu budaya Belitung bisa dikemas sedemikian rupa agar anak muda tertarik belajar tentang budaya Belitung.

“Caranya kita cari data-data tentang budayanya, lalu sekarang ini kan lebih cenderung video Cinematic. Kita bisa bikin video cinematic tentang budaya tersebut lalu, kita buatkan sejarah dengan captionnya. Sekarang ini kan orang-orang agak malas untuk membaca, jadi dengan video cinematic bungkusan yang lebih menarik, itu akan berpotensi menarik anak mudah ini melihatnya,” bebernya.

Sejalan dengan Muhamad Firmansyah, Floren Citra Valencia menambahkan, untuk meningkatkan minat kunjungan wisata, pastinya akan melakukan berbagai promosi yang kreatif melalui media sosial agar orang bisa melihat bahwa pariwsata Belitung sudah jauh berkembang.

Bagi Floren, media sosial adalah tempat promosi, tak terlepas akan memunculkan semua ide di setiap festival yang digelar, mengingat juga festival saat ini sudah semakin banyak digelar.

Sepakat dengan Dayangnya, Firmansyah mengatakan melalui promosi itu, bagaimana kita mengemas semuanya, bukan hanya cuma potensi alam yang kita tunjukan tapi juga potensi budayanya yang juga tak kalah penting dalam sektor pariwisata. Sehingga sebutnya, budaya kita tidak hilang seiring perkembangan zaman seperti membangkinkan kembali wajah asli daerah ini. (Yusnani/ Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.