Buka Festival Pangkal Lalang, Sanem Minta Desa dan Kelurahan Kedepankan Event Budaya di Wilayahnya

oleh

TANJUNG PANDAN, BELITONGBETUAH. com – Digelarnya Festival Pangkal lalang untuk ke- 3 kalinya, dari 13- 17 Juni, dikatakan Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem) sesuai dengan program daerah sebagai penunjang perekonomian masyarakat Belitung.

Disamping itu, dengan tema “Tulak Balak” menuju masyarakat selamat, sehat dan sejahtera, Sanem mengharuskan setiap Desa dan Kelurahan yang ada mempunyai kegiatan dengan mengedepankan adat dan budaya di wilayahnya.

banner sidebar

“Jadi harusnye kegiatan itu menunjukkan budaya dan adat istiadat di masing-masing tempat (wilayah),” imbuhnya.

Ia juga menekankan setiap wilayah harus mengedepankan sambutan selamat datang sesuai adat Belitong. Yang menurutnya, sambutan selamat datang merupakan kesan dan untuk menunjukkan bahwa daerah pariwisata di Belitung tak terlepas selalu mengedepankan budaya.

“Tadi pas aku datang, aku paling terkesan dengan tarian selamat datang. Tapi kalau bisak tarian itu jangan pakai video musik, tapi pakai gendang langsung,” sarannya.

Terkait dengan gelaran Festival guna menunjang perekonomian masyarakat, Sanem menekankan agar dinas terkait bisa membantu produk masyarakat untuk mengemas produk mereka, agar usaha masyarakat bisa legal dan terbina oleh pemerintah. Maka dari itu ia mengharapkan Festival Pangkal lalang, bisa benar-benar memberdayakan masyarakat.

Selain itu, apa yang disampaikan Sanem mengenai pemulihan ekonomi tadi, kiranya selaras dengan salah satu pedagang kuliner yang membuka stand disana. Ibu penjual pizza, menceritakan bila Festival Pangkal lalang selalu ramai oleh pengunjung. “ Mun Festival disinek pun ramai urang e. Mulai sure sampai malam, jadi seru jualan di sinek, ” ungkapnya kepada BB, yang kala itu tengah mengatur dagangannya.
Dan, berdasarkan pantauan di lapangan, terdapat belasan stand ambil bagian dalam Festival tersebut, yang menawarkan berbagai ragam kuliner. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.