Pj Gubernur Babel: Event G20 di Belitung Bukan Akhir Sebuah Cerita, Tapi Bagaimana Mereka Bisa Kemari Lagi

oleh

BELITUNG, BELITONGBETUAH. com – Delegasi G20 nikmati kekayaan alam dan budaya Belitong. Jumat (9/9) bertempat di Pendopo, Tanjung Kelayang, digelar Event From Bangka Belitung To The World, merupakan rangkaian acara G 20.

Sebelum menikmati beragam sajian acara, mereka terlebih dahulu berlayar ke pulau. “Tadikan delegasi ini dari laut melihat keindahan pulau. Tadi saya selalu menggunakan istilah nature disana. Di sini kekuatan culture-nya. Jadi kita mengkombisanikan kedua itu,”kata Plt Gubernur Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Ridwan Djamaludin dalam conperensi pers.

Kepada delegasi Ridwan juga menyampaikan, untuk agenda G20, kita melibatkan banyak masyarakat ikut berperan, sesuai dengan konsep inti yaitu melibatkan masyarakat, jangan sampai masyarakat tidak tahu tentang rapat yang digelar di Belitung.

Peran serta masyarakat yang dilibatkan seperti pelaku umkm lokal untuk mempromosikan produknya. Selain itu dalam agenda G20 ini, juga mengangkat kekayaan budaya.

Terangnya, Pertemuan Menteri Pembangunan di Belitung yang terpenting, bukan merupakan akhir dari sebuah cerita, tapi dengan mengkombinasikan alam dan budaya tujuanya untuk membuat orang kembali ke Belitung.

“Kita mengundang orang untuk datang kembali ke sini. Kita perlihatkan hidup disini nyaman, tenang, udara bersih, laut indah,” kata Ridwan.

Sebelum G20 dilaksanakan, Beppenas melakukan survei mengenai dampak langsung yang dirasakan oleh masyarakat, salah satunya yang ia lihat sendiri adalah keramaian dan kegembiraan.

“Dua malam yang lalu, saya disalah satu warung kopi, itu penuh semua warung kopinya dengan pengunjung. Jadi dampak ini lah yang kita harapkan,” ujarnya.

Kedepan, ia berharap sejarah jangka panjang digelarnya Development Working Group yang konotasinya pembangunan berkelanjutan. Pembangunan berkelanjutan tersebut yang sekarang sedang dirancang.

Pembangunan jangka panjang di Belitung yang paling banyak dibahas adalah blue ekonomi. Blue ekonomi adalah konsep besar yang nanti akan dikembangkan yang berbasis kemaritiman dengan kekuatan sumber kelautan dan perikanan serta wisata berbasis maritim.

Hal itu sebutnya merupakan salah satu yang menjadi pilihan kegiatan sosial ekonomi masyarakat ketika beralih dari industri pertambangan. Bisa dilihat ketika semua pihak pemerintah, swasta dan masyarakat berkolaborasi, kemajuannya akan terlihat.

“Bahkan tadi dilaut yang paling saya senang, ketika kita membawa delegasi Pol air ada disana, KPLP disana, Basarnas disana, BPBD disana dan Puskesmas terapung ada disana, betapa semua pihak memperlihatkan kekompakan. Jadi mari kita kompak supaya daerah kita ini maju,” imbuhnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *