Sanem Tertawa Saat Pawai, Lihat Anak Kecil, Pakai Kumis Palsu Hitam dan Jas, Bertuliskan Namanya

oleh -

Tanjung Pandan, belitongbetuah. com – Pawai Pembangunan perdana pasca pandemi covid-19, digelar Sabtu ( 29/10) membuat penonton terhibur dan kagum, dengan keunikan, kelucuan dan ragam kreasi dari masing- masing peserta.

Sahani Saleh, Bupati Belitung yang dikenal dengan sapaan Sanem tertawa, ketika melihat ada anak kecil, dengan kumis palsunya yang hitam dan menggunakan jas hitam, pada bagian depannya membawa tulisan yang berisi namanya” SANEM”.

IMG-20240621-WA0024

Tak hanya dirinya, Wakil Bupati Isyak Meirobie, dan undangan lainnya yang duduk dipanggung kehormatan, ikutan tertawa, begitu pula dengan rekan- rekan wartawan dan penonton melihat anak kecil tersebut.

Usai pawai, ditemui media di depan panggung kehormatan, Sanem mengatakan melihat banyak perubahan terhadap penyelenggaraan pawai tahun ini. Berbagai kreatifitas dan inovasi yang ditampilkan dari para peserta sesuai dengan perkembangan Daerah.

Selain itu, ia juga melihat dari 166 peserta, ada beberapa peserta melalui tema yang dibawa, memotivasi tentang kemajuan Belitung. Mereka mengimplementasikan adanya pelaksanaan G20 di Belitung.

Dari situ, ia menilai masyarakat sudah merasakan, suatu perubahan dari kemajuan Belitung.

Sanem juga berpendapat, pawai perdana pasca pandemi, tidak hanya sekedar memamerkan kreatiftas masyarakat, tapi melalui kreatifitas tersebut, memberikan kesempatan untuk memotivasi pemerintah

“Kalau pawai dulukan (dari penampilan) banyak yang mengkritik yang tidak benar. Nah, sekarang justru sebaliknya,” ujarnya.

Ke depan, Sanem mengharapkan tema yang diusung , harus menyesuaikan dengan kemajuan daerah. Sebab Pemerintah juga ingin melihat kreatifitas masyarakat, dalam menterjemahkan tema-tema yang telah diberikan.

Sebab, sesuai namanya, pawai pembangunan. “ Jadi bagaimana caranya kreatifitas masyarakat, dalam melakukan pembangunan ke depan melalui karnaval. Seperti pembangunan berbangsa, bernegara, kehidupan sosial kemasyarakatan dan bagaimana mengembangkan ekonomi,” imbuhnya.

Ia menambahkan, tentunya Belitung sebagai daerah wisata, membutuhkan beragam kreatifitas dan inovasi masyarakat, agar Belitung lebih dikenal dunia. “Pastinya pemda akan memerikan ruang kepada masyarakat untuk terus berkarya,” ujarnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *