Hampir 20 Tahun, Akhirnya Mimpi Sanem Tercapai: KMP Puteri Leanpuri Lakukan Pelayaran Perdana, Layani Rute Tanjung Ru’- Tanjung Nyato, Selat Nasik

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Kamis, (1/12) KMP Puteri Leanpuri, lakukan pelayaran perdana, dengan rute Tanjung Ru’ – Tanjung Nyato, Selat Nasik. Kapal tersebut baru melakukan pelayaran 1 kali sehari, bolak balik. Pagi pukul 07.00 wib dari Tanjung Ru’-Tanjung Nyato dan pukul 5 sore, dari Tanjung Nyato- Tanjung Ru’. Sejak menjabat Camat Selat Nasik (2003-2005) Sanem memiliki mimpi agar Kecamatan tersebut bisa dilayani angkutan penyeberangan yang aman dan nyaman, sebagai transportasi publik sehingga dapat meningkatkan perekonomian disana yang bertumpu pada aksesibilitas dan inkslusivitas. Terlebih, konektivitas transportasi merupakan hal terpenting, bagi daerah Kepulauan.

KMP Puteri Leanpuri, memiliki ukuran panjang seluruhnya 32. 745 m, dengan panjang A. G.T 25.000 m, lebar 10.500 m, tinggi 3.100 m. Terdiri dari 3 tingkat, pada bagian bawah bisa menampung belasan kendaraan. Di lantai dua, terdapat kursi yang empuk dan nyaman, bisa menampung sekitar 120 orang. Ada toilet khusus bagi pria dan wanita, sangat bersih. Juga terdapat baju pelampung untuk keselamatan penumpang, tersusun rapi dalam lemari kaca.

IMG-20240621-WA0024

Pada bagian atas, ada anjungan (ruang kemudi) yang canggih. Di bagian luarnya, terdapat beberapa kursi bagi penumpang, bagi yang ingin menikmati perjalanan dengan panorama pulau-pulau di sekitarnya. Kapal tersebut, memiliki kecepatan 8.000 Knot, dengan daya mesin induk 1x 500 HP di haluan, dan 1 x 500 HP di buritan. Penumpang yang berada di luar, juga merasa terjamin, sebab pagar besi yang mengelilingi kapal di lantai dua dan 3, sangat kokoh. Sehingga kita bisa menyandarkan badan secara relaks, saat ingin menatap jauh pemandangan di depan. Atau, misalnya ingin berphoto.

Wawancara dengan Sanem, dilakukan saat kapal tengah berlayar. Tak perlu kita mencari pegangan, meski tangan satunya memegang HP untuk merekam. Cukup berdiri santai saja, mau badan kita bersandar ke pagar besi atau tidak, sama saja. Keseimbangan tetap terjaga, sebab kita tak merasakan gelombang.

Terkait kehadiran kapal penyeberangan tersebut, Sanem mengatakan,’’ Ini salah satu upaya kita, membangun suatu wilayah Kepulauan, harus didukung dengan kapal ini sebagai transportasi. Dengan diluncurkannya, ini membuktikan Pemerintah Daerah dan Pemerintah Pusat betul-betul memperhatikan wilayah kepulauan. Sehingga, dengan dukungan sarana yang sangat canggih ini, akan memacu berbagai macam pembangunan di suatu kepulauan,’’ tuturnya.

Sehingga dengan di launching-nya KMP Puteri Leanpuri dengn rute Tanjung Ru’- Tanjong Nyato, otomatis kata Sanem rencana pengembangan suatu kepulauan, akan lebih optimal lagi. ‘’ Karena, hasil dari kepulauan, baik perikanan, perkebunan dan lainnya, dengan mobilisasi dan transportasi yang canggih dan luar biasa, baik dari segi kapal dan pelabuhan, itu akan lebih mempercepat pembangunan secara ekonomi. Dan akan segera menghilangkan image, mengenai daerah kepulauan itu tepinggirkan, daerah yang konotasinya numpuk orang-orang miskin, otomatis itu. Dengan adanya hal ini, saya yakin motivasi masyarakat luar biasa. Inilah upaya pemerintah mengembangkan daerah pesisir dan Kepulauan,’’ beber Sanem.

KMP Puteri Leanpuri, sebagai kapal penyeberangan yang mewah, nyaman dan aman. Dari sini, Sanem melihat rencana jangka panjangnya, bila kapal tersebut bisa dijadikan sebagai kapal wisata, yang akan membawa penumpang untuk singgah dari satu pulau ke pulau lainnya.

Namun untuk saat ini, sebutnya kapal tersebut dapat mengangkut truk yang membawa barang-barang seperti sayur mayur, buah-buahan dan barang lainnya ke Selat Nasik. ‘’ Bisa langsung masuk. Mereka dak perlu bungkar muat di pelabuhan, langsung naik, langsung masuk kapal. Begitu pula, nantinya dengan wisatawan. Mereka berangkat naik bis dari hotel. Bis, langsung masuk kapal, langsung berangkat ke lokasi,’’ terangnya.

Sehubungan dengan adanya rombongan yang naik sepeda ke Selat Nasik, seperti terlihat siang itu, Sanem mengatakan, mereka akan sangat mudah dengan naik KMP, sepeda mereka langsung masuk kapal, dan pengendaranya bisa santai. Jadi bisa saja, untuk mempromosikan Selat Nasik, akan diadakan gowes ke sana. Keuntungan lainnya, ujar Sanem secara otomatis juga bisa menekan disparitas harga, mengingat telah tersedianya kemudahan akses sarana transportasi tadi.

Lebih lanjut Sanem sampaikan, untuk Selat Nasik, Pemerintah Daerah dalam hal ini punya perencanaan pengembangan. ‘’ Hal-hal pengembangan di sektor pariwisata dan sektor lainnya. Cita-cita kita kemarin, kita jadikan Pulau ini yang terdiri dari satu Kecamatan, jadi pilot project pengembangan pembangunan berbasis blue economy dan green economy,’’ ungkapnya.

Di ujung wawancara, Sanem mengatakan dirinya bermimpi adanya kapal penyeberangan sekelas KMP Puteri Leanpuri masuk Tanjung Nyato, hampir 20 tahun lamanya, sejak dirinya menjadi Camat di Selat Nasik pada 2003-2005, “ Aku mimpi itu sejak aku jadi Camat, hari ini baru terwujud. Hampir 20 tahun lamanya,’’ tukas Sanem. (Yusnani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *