Rangkaian Peringatan Hari Bakti PU ke -77, Puluhan Pegawai PUPR Belitung dan Keluarganya, Lakukan Cek Kesehatan

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com– Minggu (4/12) dalam rangkaian peringatan Hari Bakti PU ke-77, Dinas PUPR Kab. Belitung mengadakan jalan sehat dan acara silaturahmi, bertempat di halaman Kantor PUPR Belitung. Pelepasan peserta jalan sehat dilakukan Bupati Belitung Sahani Saleh, serta didampingi Sekretaris Daerah MZ. Hendra Caya dan Kepala Dinas PUPR, Edi Usdianto, ST.

Kegiatan tersebut selain dihadiri seluruh karyawan PUPR beserta keluarga, juga dihadiri para pensiunan dari Dinas tersebut, dan mereka yang pernah bertugas di sana. Usai jalan sehat, para peserta berkumpul, lalu sarapan bersama, dengan hiburan musik. Disamping itu juga diadakan kegiatan donor darah dari PMI dan cek kesehatan bekerja sama dengan Puskesmas Perawas.

IMG-20240621-WA0024

Disampaikan Andi Fajar, selaku Pemegang Program Penyakit Tidak Menular (PTM) Puskesmas Perawas, hari ini kegiatan dari Puskesmas bekerja sama dengan Dinas PUPR pemeriksaan skrining Penyakit Tidak Menular, juga pemeriksaan kanker serviks, serta pembagian obat kaki gajah. ‘’ Kebetulan, kami juga ada program penyakit tidak menular. Dengan adanya kerja sama, biar pegawai dengan keluarganya bisa kita skrining,’’ katanya. Namun, ia belum mengetahui berapa jumlah persis yang melakukan pemeriksaan kesehatan, hanya saja kalau dilihat dari jumlah botol kolestrol, itu sudah habis 3 botol. ‘’ Kalau dari 3 botol, itu 30 orang lebih,’’ tambahnya.

Untuk penyakit yang ditemui, terang Andi didominasi diabetes, hipertensi, asam urat dan kolestrol. ‘’ Ada beberapa orang yang tensinya agak tinggi, terus ada yang gula-nya juga tinggi. Jadi, tadi kita edukasi supaya mereka bisa kontrol ke tempat kesehatan terdekat, biar ada penanganan pengobatan,’’ ujarnya.

Lebih lanjut ia katakan, penyebab penyakit tersebut selain faktor keturunan, khususnya untuk hipertensi dan diabetes, sedangkan untuk ‘’ Kolestrol dan asam urat, karena pola makan. Tetapi empat-empatnya bisa dari pola makan, cuma hipertensi dan diabetes itu ada juga dipengaruhi faktor keturunan,’’ jelas Andi lagi.

Mengingat pegawai PUPR kebanyakan bekerja di lapangan atau berada di luar kantor, dari hasil skrining, Andi menilai hal itu dipengaruhi dari konsumsi gula. ‘’ Mereka di lapangan ini, rata-rata minum kopi dan minum dalam kemasan. Jadi, tadi kita sarankan, untuk menguranginya, karena kadang-kadang mereka yang bekerja di lapangan ini lupa, bahwa ada penyakitnya. Pas haus, minum yang dalam kemasan,’’ katanya.

Terkait adanya kegiatan-kegiatan seperti di PUPR, artinya mereka langsung turun ke masyarakat, sehingga pihaknya bisa mengedukasi supaya lebih memperhatikan pola hidupnya. Disamping itu, kegiatan srkrining PTM, dari Pemerintah Pusat memang ada programnya. Minimal 1 orang, bisa diperiksa 1 kali dalam setahun.

Untuk agenda hari ini, kebetulan juga Dinas PUPR masuk dalam wilayah kerja Puskesmas Perawas. ‘’ Jad, kita komunikasi dengan Dinas PU. Mereka akan mengadakan hari ulang tahun, kan pasti banyak pegawainya, apalagi keluarganya juga ikut,’’ katanya, seraya menambahkan bila di Puskesmas Perawas, sudah mengcover sekitar 50% untuk dilakukan skrining PTM.

Sebutnya, Puskesmas Perawas mencakup 3 Desa yakni Buluhtumbang, Aik Raya dan Perawas sendiri. Pada 3 Desa itu, terdapat Pos Bindu PTM (Bimbingan Terpadu Penyakit Tidak Menular). Kalau di Aik Raya ada 2 Pos Bindu, yakni di Aik Rayak Barat 2 dan di Kantor Desa. Di Desa Perawas juga ada 2 Pos Bindu, yaitu ada di Kantor Desa dengan Dusun Kelekak Usang sedangkan untuk Buluhtumbang ada 3 Pos, selain ada di Kantor Desa, juga teletak di Balai Dusun Perawas 2 dan di Dusun Aik Mungkui.
‘’ Jadi, kita ada 7 Pos. Kegiatan ini sebulan sekali. Di luar itu, kita ada kegiatan Skrining. Kalau Pos Bindu itu, itu Pos-nya. Kalau skriningnya, kita cari sasaran. Misalnya, kita cari sasaran di RT 1, kita turun di situ. Itu pemeriksaan, ada pemeriksaan tinggi badan, berat badan, lingkar perut , pemeriksaan GGT, pemeriksaan tensi, ada pemeriksaan kesehatan darah,’’ jelas Andi.

Lanjutnya, memang di Pos Bindu untuk pemeriksaan usia 15-59 tahun. “ Tapi kita terintegrasi dengan kegiatan yang namanya Pos Yandu Lansia. Pos Yandu Lansia kan untuk 60 tahun ke atas. Namun, pada saat kegiatan itu, masyarakat yang datang, dengan usia 15 ke atas bisa diperiksa,’’ tuturnya, dan menyebutkan kalau di Kabupaten ada SPM (Standar Pelayanan Minimal),’’ Itu ada 12 kegiatan, tapi 4-nya masuk kegiatan PTM, yakni pemeriksaan hipertensi, gula, pemeriksaan usia produksi dan pemeriksaan Lansia,’’ bebernya. (Yusnani)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *