Sosialisasi Perda, Rudi Hartono Sampaikan Pentingnya Meningkatkan Ketahanan Pangan

oleh

Belitung, belitongbetuah.com – Anggota Komisi III DPRD Provinsi Rudi Hartono (RH) sosialisasikan Perda Nomor 16 tahun 2017 tentang Penyelenggaraan Keamanan Pangan di SW Resto, Senin (6/12/2022) kepada masyarakat Belitung.

Ia menyampaikan kepada para peserta Sosper, RH mengatakan, tema ketahanan dan keamanan pangan diambil untuk meningkatkan produk pangan lokal di masyarakat.

Mengapa perda sosialisasi keamanan pangan ini disosialisasikan. Sebab, ditahun 2023, kata Rudi dikhawatirkan akan mengalami krisis pangan kalau tidak dijaga dari sekarang, jadi dimulai dari hulu.

Sosialisasi perda ini, tidak henti-hentinya dilakukan, sebagai dasar hukum, bagaimana cara masyarakat melakukan penyelenggaraan ketahanan dan keamanan pangan, serta cara mengelola pangan yang baik agar krisis pangan ditingkat lokal bisa diantisipasi.

Supaya tidak terjadi krisis pangan, banyak hal yang harus dilakukan, contoh untuk ditingkat lokal dengan harga yang begitu mahal. Hal itu terjadi kemungkinan penyebabnya kurang terjaganya dari hulu ke hilir.

“Jadi keamanan kita mulai dari hulu bagaimana (harganya) aman, tetapi dari segi ekonomi bisa berjalan dengan baik. Gitu juga sama lahan, lahannya, harus mendukung, karna bagaimana kau gak ada lahan,” ujar RH.

Sementara itu, Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian, Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Babel, Asdianto mengatakan, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, memberikan pemahaman kepada masyarakat untuk menjaga stabilitas produk Ketahanan dan Keamanan Pangan kepada masyarakat Belitung.

Hal itu dilakukan, sebab Provinsi Kepulauan Bangka Belitung merupakan daerah kepulauan yang mana segala macam di datangkan dari luar. Apabila tidak ada pasokan dari luar, maka akan terjadi krisis pangan baik itu secara global maupun lokal.

Contohnya, ketika dilanda pandemi covid-19, seandainya Babel lockdown, khususnya Pulau Belitung, bisa jadi pasokan dari luar tidak masuk, sementara tanaman pangan lainnya tidak mencukupi,” kata Asdianto.

Jelasnya kepada peserta, kenapa kita sangat membutuhkan dan penting untuk membicarakan mengenai masalah pangan, dikarenakan Pak Jokowi mengatakan ada 36 Negara yang sekarang statusnya pasien krisis pangan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *