Isyak Berharap Delegasi WOA, Terkesan Dengan Kultur Melayu, Kearifan Lokal dan Sejarah Kemaritiman

oleh -
IKLANPUASA2025-01ADIZAHRIADIDINASPENDIDIKANPROVBABEL
IKLANPUASA2025-02DRRATIHRSUDMARSIDI
IKLANPUASA2025-03DESACERUCUK
IKLANPUASA2025-04DESAAIKPELEMPANGJAYA
IKLANPUASA2025-05DESASUNGAISAMAK
previous arrow
next arrow
Shadow

Belitung, belitongbetuah.com – Jelang acara Workshop World Ocean Assessment (WOA) yang dijadwalkan pada 12 – 15 Desember, Jumat (9/12) Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie melakukan kunjungan ke Museum Maritim di Kec. Sijuk, sebagai salah venue dalam kegiatan tersebut

IKLANPUASA2025-08DESAAIRSERUK
IKLANPUASA2025-10DESATANJONGTINGGI
IKLANPUASA2025-12DESAJURUSEBERANG
IKLANPUASA2025-18DESAIBUL
IKLANPUASA2025-20DESALASSAR
previous arrow
next arrow
Shadow

Sebut Isyak, “Museum Maritim ini terbesar di Indonesia, yang bisa kita tunjukan mengenai sejarah Kemaritiman Indonesia dan Belitung kepada Degelasi WOA”.

Disamping itu, dalam kunjungan nanti ujarnya, kepada para delegasi akan kita tonjolkan kultur budaya dan kearifan lokal melayu Belitong dari sisi kulinernya.

“WOA itu mereka tidak menilai tentang Belitung, tapi WOA lebih kepada internal mereka sebagai peneliti. Para peneliti ini berkumpul setahun sekali setiap negara yang berbeda-beda,” ujarnya.

Jadi, mereka akan berbicara bagaimana lautan yang berkelanjutan. Seperti apa masa depan laut dari tahun ke tahun, serta apa ancaman perubahan iklim dan seterusnya.

“Kita sebagai Pemerintah Daerah, tidak ikut serta dalam pembahasan itu. Kita hanya menyediakan tempat, acara yang di luar itu dan juga bagaimana melayani dengan baik,” tuturnya.

Lalu, apakah ini akan berpengaruh terhadap kebijakan di Indonesia, lanjut Isyak. Dengan kita menyuguhkan etalase kemaritiman yang masih orisinil di Belitung, tentu mereka akan melihat Indonesia dari sisi yang berbeda.

IKLANPUASA2025-14DESAPADANGKANDIS1
IKLANPUASA2025-15DESAKEMBIRI
IKLANPUASA2025-19DESABADAU
IKLANPUASA2025-16DESASIMPANGRUSA
IKLANPUASA2025-17DESAAIRBATUBUDING
previous arrow
next arrow
Shadow

“Mereka akan melihat dari sisi yang berbeda, apalagi Belitung. Timahnya, tambangnya sudah berjalan lama, tapi kok lautnya masih terjaga,” ujarnya.

Dari sini, Isyak berpendapat apa yang mereka temukan di Belitong, adalah sesuatu hal yang bisa mereka bawa dalam sebuah pertemuan dunia. Sehingga mereka bisa menjadikan contoh, bahwa sebuah daerah destruktif dari tambang, ternyata lautnya tetap terjaga dengan baik.

“Inilah yang kita mau ceritakan, dan Belitung berhasil mentransformasikan tambang ke ekonomi baru,” katanya.

Kemudian, secara tidak langsung dengan adanya event Internasional tersebut, Belitung juga akan mendapatkan kepercayaan tambahan setelah G20. Ini akan menambah panjang portofolio Belitung, dan mudah-mudahan ASEAN akan percaya kepada kita di tahun depan.

“Jadi bukan soal hasil rapat mereka, tapi lebih kepada terkesannya mereka terhadap dari sisi berbagai kearifan lokal dan kekayaan kita, yang akhirnya mempengaruhi keputusan-keputusan mereka dengan melihat Indonesia dari sisi yang berbeda,” pungkasnya. (Arya)

IKLANPUASA2025-06DESAGUNUNGRITING
IKLANPUASA2025-07DESATANJUNGRUSA
IKLANPUASA2025-09DESAPERAWAS
IKLANPUASA2025-11DESAPERPAT
IKLANPUASA2025-13DESAMENTIGI
previous arrow
next arrow
Shadow

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *