Festival Cap Go Meh, Jalin Harmonisasi dan Upaya Meningkatkan Kualitas UMKM

oleh

Tanjung Pandan, belitongbetuah.comFestival Cap Go Meh, Minggu malam (5/2/2023) ditutup. Event yang dilaksanakan selama 3 hari itu, mampu menyedot pengunjung yang luar biasa. Pantauan di lapangan, eks SMEP depan galeri, pada Minggu sore, semua stand terisi penuh oleh pengunjung.

Kepala Dinas Koperasi, UKM, Perdagangan dan Tenaga Kerja Kabupaten Belitung, Syamsudin menjelaskan, puncak perayaan Cap Go Meh ini untuk menjalin harmonisasi, silaturahmi sesuai dengan temanya “Warna-warni Belitung, Harmoni Indonesia”.

Atas keberagaman suku, budaya, agama dan keyakinan bisa bersinergi. “Adanya kolaborasi yang cukup baik, dan disadari bahwa sejak beberapa tahun terakhir, kita terkait dengan kerjasama dan gotong royong hampir punah. Oleh karenanya ini perlu kita tingkatkan dengan kolaborasi seperti ini,” katanya, ditemui usai acara.

Pelaksanaan Festival Cap Go Meh 2023, diakui Syamsudin digelar dadakan atau tanpa perencanaan. Namun, ia bersyukur bisa berjalan lancar dan sukses.

Perputaran ekonomi pada acara itu, sangat terasa. Sedikitnya, sekitar Rp 168 juta omset yang didapat secara keseluruhan dari 60 peserta yang ada, selama 3 hari penyelenggaraan Festival. “ Omset tersebut dihitung belum termasuk pada malam penutupan,” ungkapnya.

Ia menilai, omset merupakan ukuran naiknya suatu usaha mikro, sehingga perlu rangsangan, dalam mempromosikan serta mengajak para pelaku UKM untuk berinovasi meningkatkan kualitas produk. Karena tukasnya bagaimana pun UMKM di Belitung harus naik kelas agar bisa lebih cepat tumbuh secara kreatif melalui produk-produk yang ada pada usahanya.

“UMKM naik kelas merupakan upaya yang dibuat pemerintah untuk meningkatkan UMKM supaya pemilik usaha kecil bisa bangkit dari ekonomi sulit. Sesuai dengan tujuan, sejuah ini kami telah memberikan pendampingan kepada pelaku UMKM untuk membantu mengembangkan usahanya,” beber Syamsudin lagi.

Lanjutnya, pemdampingan dilakukan agar kelemahan-kelemahan yang ada pada pelaku UMKM bisa diatasi. Sebagian besar kekurangan pada UMKM, dilihat dari segi kualitas packaging. Apalagi sekarang secara global sebagian besar, orang bersaing meningkatkan produknya.

“Memang kita sadari bahwa pelaku usaha kita masih kurang untuk bersaing di luar. Jadi itu lah kita berusaha untuk menciptakan UMKM naik kelas, dan itu sudah tercantum pada visi, misi Kabupaten Belitung,” pungkasnya. (Arya)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *