Poktan Bina Tani Gantung, Konsisten Kembangkan Usahanya

oleh -

Belitung Timur, belitongbetuah.comDijadikannya Poktan Bina Tani di Kecamatan Gantung sebagai kelompok tani cabai Percontohan di bawah binaan Bank Indonesia Perwakilan Provinsi Bangka Belitung, lantaran dinilai memiliki komitmen serta konsisten dalam pengembangan usaha budidaya.

Menanggapi hal itu, Ketua Kelompok Tani Bina Tani, Sigit Prasetyo mengatakan pihaknya mulai merintis usaha budidaya cabai sejak tahun 2010 lalu, dilakukan secara konsisten. Hingga saat ini, luasan tanaman serta jumlah petani cabai terus bertambah. Lalu, pada akhirnya tercetus pembentukan cluster cabai di Kabupaten Beltim.

IMG-20240621-WA0024

“Ini akan kami jadikan motivasi dan pendorong semangat untuk terus mengembangkan usaha budidaya tanaman cabai dan berkontribusi bagi pembangunan pertanian di Kabupaten Beltim,” kata Sigit.

Sementara itu, Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian Gantung Andri Taruna Praja menyebutkan potensi untuk pengembangan perkebunan cabai menuju ke arah agrowisata amat terbuka, sebab kawasan ini sudah dijadikan klaster tanaman cabai, yang artinya dalam satu hamparan terdapat luasan tanaman cabai yang luas.

“Tentunya ini membutuhkan kelengkapan sarana dan prasarana, guna menunjang pengembangan ke arah tersebut, akses terhadap jaringan listrik misalnya, apalagi ke depan konsep digital & smart farming hendak diuji cobakan di kawasan ini melalui demonstrasi plot (demplot),” kata ATP sapaan akrab Andri.

Lanjutnya, jaringan listrik akan dapat menunjang peningkatan produksi cabai dan juga mempercepat perwujudan Klaster KPC Bina Tani dan Gantung Maju menjadi Pusat Pelatihan Pertanian Pedesaan Swadaya (P4S).

“Diharapkan ke depan KPC Gantung Maju dan Bina Tani dapat menjadi P4S bagi petani cabai sehingga konsep pembelajaran dari oleh dan bagi petani dapat berjalan. Dengan demikian kemampuan petani cabai di Kabupaten Beltim, bertambah dan produktivitasnya meningkat,” ujar ATP. (Arya)

Sumber: Diskominfo Beltim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *