Tutup Pesona Belitung Beach Festival 2023, Isyak Sampaikan Pesan dari Menparekraf

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Pesona Belitung Beach Festival 2023, yang diadakan di Tanjung Pendam, pada Minggu malam (4/6), resmi ditutup Wakil Bupati Belitung Isyak Meirobie.

Dalam sambutannya Isyak menyampaikan jika Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Sandiaga Uno berpesan kepada pelaku ekonomi kreatif agar jangan anti kritik.

IMG-20240621-WA0024

“Ini pesan dari pak Menteri Sandiga Uno. Jadi kalau nanti ada masukan itu harus ditingkatkan,” kata Isyak.

Jadi imbuhnya, para UMKM dan pelaku ekonomi kreatif harus terbuka, jangan menutup diri dan harus menerima masukan.

Sebut Isyak lagi, umumnya orang yang anti kritik memiliki egois yang tinggi dan tidak mau menerima masukan, karena mereka merasa jualannya sudah laku, padahal baru di level Kabupaten.

“Jadi pesan pak Sandi kualitas acara harus naik kelas,” ujarnya.

Isyak menyebutkan, tahun lalu, Beliau (Sandiaga Uno) datang pada event Pesona Belitung Beach Festival yang sama. Dalam penilaian Pak Menteri, penyelenggaraan sekarang kualitasnya sudah meningkat satu level dari tahun lalu.

Diharapkan tahun depan, Belitung harus menciptakan event berkualitas Internasional.

Untuk itu, Isyak meminta, Dinas Pariwisata Belitung segera memperbaiki, jangan menggunakan tenda-tenda yang modern, tapi mengunakan tenda tematik.

“Karena ini namanya festival pantai, harus ada mirip-miripnya di pantai. Itu yang menjadi masukan dari pak Menteri,” bebernya.

Selain itu, terkait pakaian, ia meminta jangan memakai kaos biasa. “ Pakailah kaos ala pantai. Boleh nggak kita pakai sendal. Boleh banget, namanya juga festival pantai, kita harus berani keluar dari kotak, jangan kaku-kaku. Mas menteri aja kemarin pakaiannya santai, inilah yang harus kita pelajari,” sarannya.

Seperti aktifitas Nyulo ujar Isyak, kegiatan itu sangat luar biasa, tapi hanya dibuat untuk Pak Menteri. Nanti imbuhnya, Nyulo harus dijadikan paket wisata untuk wisatawan, sehingga mereka bisa merasakan sensasi yang berbeda.

“Hasilnya bisa kita kemas, misalnya kita siapin udang goreng dan sebagainya untuk dinikmati di warung yang sudah ditentukan. Itu namanya rekasaya yang positif harus kita siapkan,” terangnya.

Dalam sambutan tersebut, Isyak juga menyinggung masalah Bandara H.A.S Hanandjoeddin.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *