Sanem Kagumi SD Alam Aqila Belitong

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Bupati Belitung Sahani Saleh (Sanem), mendukung kehadiran Sekolah Dasar (SD) Alam Aqila Belitong, sebab banyak mengajarkan nilai-nilai adat, budaya Belitong dan Nusantara.

Ia menilai, SD Alam Aqila Belitong adalah sebuah sekolah kearifan lokal untuk mendidik anak-anak yang berwawasan. Pelajaran seperti itu sebutnya yang diharapkan, karena pembelajaran seperti itu sudah lama hilang di sekolah.

IMG-20240621-WA0024

Terkait hal tersebut, Sanem menilai inilah sebuah kesalahan dari penyelenggara yang dibuat Pemerintah Pusat. Padahal anak-anak di daerah memerlukan pengetahuan Nusantara yang dimulai sejak usia dini.

“Membina anak-anak ini dari dari PAUD dan TK, bukan diajarkan menghitung dulu, tapi biarkan lah mereka bekawan dulu, biar karakter mereka terbentuk,” kata Sanem dalam acara Festival Nusantara yang digelar SD Alam Aqila.

“Pendidikan di SD Alam Aqila ini betul-betul sejalan ke depan, karena kita harus memiliki jiwa kebangsaan demi membangun daerah kita,” tambahnya.

Dari sini, Sanem menyebutkan akan menjadikan SD Alam Aqila sebagai pilot projek pemerintah ke depan untuk membuat ekstra kurikuler muatan lokal, sehingga pondasi pariwisata di Negeri Laskar Pelangi lebih kuat untuk pertumbuhan ekonomi Belitung ke depannya.

“Kita sudah mencanangkan Belitong sebagai miniaturnya Indonesia, karena suku apa pun ada di sini (Belitong). Mereka sudah hidup berdampingan dan itu berjalan aman dan damai,” ujar Sanem.

Lanjutnya, dengan mengenalkan budaya dan tradisi kepada anak sejak usia dini, sama saja artinya dengan mendidik karakter atau kepribadian anak serta pengetahuan dan tidak stunting.

Ketika anak stunting akan berdampak pada perkembangan daerah dan negara ke depannya, karena stunting mempengaruhi pertumbuhan anak dan kecerdasan.

Di sinilah kehadiran Pemerintah untuk mengatasi hal tersebut, dari sektor Kesehatan dan Pendidikan. Sebab katanya, berdasarkan penilaian indeks pembangunan manusia, berhasil atau tidaknya dinilai dari dua indikator itu.

“Kalau dua indikaror itu rendah, gagallah daerah itu. Sama juga kalau ada murid yang keluar dari sekolah, itu yang harus disalahkan Dinas Pendidikannya,” pungkas Sanem. (Arya)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *