Berpegang Teguh Pada Tuntutan: Martoni, Mohon Warga Yang Kerja di Foresta Memahami Aksi Mereka

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Masyarakat dari 5 Desa yang ada di Kecamatan Membalong dan Desa Badau yang terdampak, masih menunggu keputusan dari PT. Foresta Lestari Dwikarya terkait tuntutan 20 persen plasma di dalam HGU.

Koordinator Lapangan Aksi Demontrasi, Martoni saat ditemui Rabu sore (12/7) mengatakan, pihaknya memang memberikan batas waktu untuk perusahaan bisa memutuskan. Tenggat waktu tiga hari diberikan dengan harapan ada keputusan dari perusahaan. Kamis (13/7) adalah batas akhirnya.

IMG-20240621-WA0024

Selasa malam (11/7) ia mengatakan, sudah melaksanakan rapat dengan masing-masing koordinator lapangan dengan 5 Desa Kecamatan Membalong dan 1 Desa Kecamatan Badau. Pada pertemuan itu membahas planning untuk langkah selanjutnya.

Terkait langkah apa yang akan diambil, ia katakan masih menunggu. Soalnya, ia mendapat informasi dari Ketua DPRD Kab. Belitung bahwasannya mereka akan ada pertemuan bersama Forkopimda dan instansi terkait lainnya.

Hasilnya akan disampaikan kepada masyarakat. Seperti apa langkah selanjutnya. “Kita belum tahu langkah-langkah apa yang harus kita lakukan karena belum tahu jawaban dari perusahaan. Kita masih menunggu hasil rapat para pemangku kebijakan ini. Jadi kita tunggu rapat mereka dulu,” tukasnya.

Meski demikian, ia tegaskan, masyarakat tetap berpegang teguh dengan tuntutan. Kalau memang tuntutan meminta plasma 20 persen dalam HGU belum terpenuhi, “ Kami tetap akan bersikeras dengan tuntutan itu dan melanjutkan ke langkah-langkah selanjutnya,” tandas Martoni.

Jadi seandainya, apa yang menjadi tuntutan masyarakat, hanya 20 persen dalam HGU, tak kunjung ada jawaban, masyarakat sepakat akan melakukan aksi yang bukan lagi menutup akses jalan pintu masuk menuju PT Foresta, tetapi akan melakukan penutupan pabrik.

“Kalau misalnya toh hasilnya tidak memuaskan bagi kami, kami akan rapat lagi malam besok. Penutupan pabrik tetap. Jadi penutupan pabrik berjalan, penutupan akses juga berjalan,” sebutnya.

Minta Kebesaran Hati Warga Yang Kerja Di sana

Senada dengan Kades Kembiri, Bustomi, yang memikirkan warga yang bekerja di sana, Martoni juga demikian halnya. Cuma ia tekankan, “ Bila masyarakat atau pun karyawan tidak ada kaitannya bersama kami, kami tidak mau bentrok dengan masyarakat dan karyawan yang bekerja di situ, karena yang menjadi tujuan kami adalah Foresta,” ujarnya.

Bahkan dalam rapat yang digelar pada Selasa malam, pihaknya sudah memanggil Ketua SPSI (Serikat Pekerja Seluruh Indonesia) supaya mereka tidak berbalik menyerang kami, bahkan diminta kepada mereka ikut bekerja sama dengan masyarakat lainnya.

“Mereka juga masyarakat di situ yang terkena dampak dari permasalahan ini. Tapi mereka yang bekerja di situ, mereka juga harus membantu kami dalam hal ini,” mohonnya.

Ia pun meminta kebesaran hati para pekerja di sana, agar memahami perjuangan mereka demi masyarakat ramai. Mengingat puluhan tahun, masyarakat sudah dikecewakan oleh Foresta.

Di samping itu, Martoni bersama masyarakat menyadari, bahwa aksi mereka ada kaitannya dengan petani plasma yang berada di wilayah Desa Kembiri sendiri. Sehingga pihaknya berpikir, bila tidak ada kesepakatan, pandangan-pandangan terhadap masyarakat yang mempunyai plasma, bukan tidak mungkin akan bentrok dengan mereka. Maka dari itu akan dicarikan solusinya.

“Kami akan mencarikan jalan keluarnya seperti apa dan bagaimana supaya, walaupun akses pabrik kami tutup, tetapi buah plasma masyarakat gimana caranya akan bisa di jual ke tempat lain,” ujarnya.

Jadi terkait kondisi ini, kembali disampaikan Martoni, masyarakat yang berdemo sangat paham sekali dengan apa yang telah dilakukan. Mungkin pihak perusahaan akan mengalami kerugian, tetapi masyarakat pun akan mengalami kerugian.

“Semoga seperti masyarakat yang lain, yang bergerak dibidang pekerjaan atau pun karyawan. Mereka juga mengerti. Mereka baru 3 hari tidak bekerja mungkin tidak mendapatkan gaji. Sementara kami sudah 30 tahun lebih, hak-hak kami direbut dari perusahaan yang tidak diberikan kepada kami,” pungkasnya. (Arya)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *