Diran Kaget, Peserta Lomba Cipta dan Baca Puisi Luar Biasa

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com — Diran Ketua Lomba Cipta dan Baca Puisi kaget, melihat banyaknya peserta yang mendaftarkan diri ikut Lomba Cipta dan Baca Puisi, dalam rangka memperingati Hari Puisi Indonesia yang jatuh pada 26 Juli. Sebanyak 110 orang mendaftar, mengerucut jadi 60, kemudian 35 peserta hingga tersisa para juara, sebanyak 6 orang.

Ditemui usai acara Gebyar Baca Puisi oleh Tokoh Publik dan Masyarakat, Minggu malam (30/7) di Halaman Gedung Nasional, Diran , menuturkan ada 2 kegiatan dalam memperingati Hari Puisi Indonesia. Pertama, Lomba Cipta dan Baca Puisi, dilaksanakan di Kopi Janggut dan Gebyar Baca Puisi oleh Tokoh Publik dan Masyarakat, di Halaman Gedung Nasional, sekaligus pemberian hadiah bagi pemenang.

Ia ungkapkan, acara ini tercipta berawal dari celotehan akan kerinduan dari 5 orang Penyair, yakni ia sendiri, Bung Yudi, Bung Dodo, Bung Yudha serta Bung Gito Manggar. ‘’ Dari celotehan di Warung Kopi, kite rindu akan ruang publik untuk baca puisi. Sehingga, kami pun sepakat untuk membuat acara Lomba Cipta dan Baca Puisi. Mereka yang menciptakan, mereka yang membacakan,’’ katanya.

Karena berangkat dari celotehan dan kerinduan, jadi Diran katakan acara ini terbilang dadakan. Meski demikian, dirinya sangat kaget melihat jumlah peserta yang mendaftar.

Adapun yang mendaftar sebanyak 110 orang, kategori umur dari 16-30 tahun. Hanya saja, ada peserta yang salah kaprah. Tadinya mereka mengira kalau Lomba Cipta itu, sendiri dan Baca Puisi itu, sendiri. Rupanya tidak. Ternyata digabung. Mereka membuat Puisi dan mereka pula yang membacakan.

Dari sini, Diran pun menilai,’’ Banyak sekali adik-adik kita yang jago menulis puisi. Tapi mereka mungkin kurang memahami membaca puisi. Jadi, akhirnya turun dari 60, terus 35. Pesertanya ada yang umum dan pelajar. Mereka dari sekolah di Belitung, memang mengirimkan juara-juara terbaik mereka, dari lomba yang pernah mereka ikuti,’’ ujarnya.

Diran menuturkan, rencananya dari jumlah peserta sebanyak itu, akan dibuat 2 kategori. Pertama tingkat SMA dan kedua kategori umum. ‘’ Tapi karena kekurangan dana, akhirnya di sama ratakan. Kita cari sponsor. Terus acara ini juga urunan dari teman-teman, dikit-dikit jadi banyak,’’ katanya, sambil menyebutkan, ada juga bantuan dari Dispora.

Ke depan ujar Diran melihat jumlah peserta, serta respons positif dari masyarakat dan Pemerintah Daerah, maka ia menilai acara yang digelar sekarang merupakan langkah awal. ‘’ Kita dengar tadi, dari Kepala Dinas Pendidikan untuk tahun depan, gebyarnya akan lebih hebat lagi. Jadi ini, sebuah edukasi atau pembelajaran bagi anak-anak pemula, SD, SMP, SMA. Mudah-mudahan mereka terpacu adrenalinnya, untuk berkarya, mencipta dan belajar membaca Puisi yang baik,” harapnya.

Apalagi sambungnya, puisi adalah karya sastra yang mulai dari SD, SMP dan SMA selalu di lomba kan, sampai ke Tingkat Nasional. Ia bercerita, dirinya pernah menjadi Juri tingkat SMA. Dan, Alhamdulillah Belitung mendapat Juara 3, tingkat Provinsi.

“ Jadi, harapan saya, untuk lebih gebyar lagi di tahun mendatang. Karena ujungnya kita selalu diundang, pada Hari Puisi Indonesia di Taman Ismail Marzuki. Jadi kegiatan ini pencarian bibit yang baik. Nanti, Insya Allah para pemenang tadi, akan kita kirim hadir di Taman Ismail Marzuki,” ujarnya.

Lebih jauh ia katakan, lewat puisi kita bisa menggapai pariwisata menjadi pariwisata berbasis literasi. Pariwisata seni budaya. “ Kopi Janggut pernah mendatangkan 21 Penyair Malaysia, yang membacakan puisi di Kopi Janggut. Hanya karena kita tiap malam membaca satu puisi, dan di Upload lewat you tube, sehingga menggugah teman-teman Penyair Malaysia untuk datang ke Belitong,” bebernya.

Dengan demikian, dirinya berharap Pemerintah Belitung dan Beltim, dapat menangkap peluang ini. “ Bagaimana wisatawan nantinya bisa berkreativitas baik di Belitung maupun Beltim dengan membuat cerpen, membuat literasi dengan konten Kemah Budaya. Apalagi Beltim, memang sudah ada kiblat kita, literasi, satrawan kita, Andrea Hirata. Benang merahnya udah lurus,” ujarnya.

Sementara itu, Bung Yudi mengatakan ini adalah kegiatan pertama yang diadakan di sini. Meski baru pertama sebutnya, ternyata animo masyarakat luar biasa, terutama masyarakat Belitung Timur.

‘’ Kegiatan ini banyak disupport kawan-kawan secara pribadi. Makanya kegiatan ini terlaksana cukup sukses,” jelasnya.

Ia berharap semoga Lomba Cipta dan Baca Puisi dalam rangka peringatan Hari Puisi Indonesia menjadi agenda tahunan. Dan bila pada kali ini instansi terkait belum banyak melibatkan diri. “ Selanjutnya, tahun depan semoga instansi terkait dapat mendedikasikan agar kegiatan ini
terus berjalan,” harapnya.

Senada dengan Diran, Yudi juga merasa kaget, lantaran banyak peserta yang ikut lomba, mengingat ini baru pertama kali diselenggarakan. Kata Yudi, hanya berangkat dari kelakar di Warung Kopi dan tidak ada biaya. Namun event ini bisa terlaksana.

Ternyata itu tak menjadi kendala bagi mereka untuk membuat suguhan pertunjukan seni budaya yang menarik. Karena terpenting kata Yudi, modal terbesar adalah keinginan dan kerinduan para seniman kita, sehingga terjadi.

‘’ Awalnya kerinduan Diran ingin berpuisi di luar. Kalau berpuisi di warung kupi die itu biase. Kerinduan bang Yudha untuk mengiringi kamek berpuisi. Serta keinginan kawan-kawan lainnya, akhirnya acara ini terlaksana,” pungkasnya. (Yusnani)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *