Solusi Dari Ahok Untuk Gas 3 Kg, Sebut Juga Pertamina Sini Harus Tahu Gas Kemana, Belitung Kecil, Kentut Aja Kedengaran

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Komisaris Utama Pertamina Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) mendapatkan informasi dari Kepala Desa, dirinya membeli Gas LPG 3 Kg seharga Rp 40 ribu per tabung. Bahkan kuota tabung gas LPG 3 kg, tidak menutupi kebutuhan di desanya.

Hal itu disampaikan seorang Kades kepada Ahok saat rapat bersama dengan Pemerintah Daerah Kabupaten Belitung, Agen dan Pangkalan di Gedung Serbaguna Belitung, Senin (14/8/2023).

IMG-20240621-WA0024

“Masyarakat bawah selalu membeli dengan harga (tinggi), Kades saja bisa beli Rp 40 ribu satu tabung, lalu Pangkalan kirim dari Agen gak jelas, berapa tabung yang dikurangin, alasannya Pertamina kurang,” kata Ahok kepada awak media.

“Pertamina dak punya kekurangan LPG, SPBE kita cek ada kok. Berartikan ada sesuatu dengan agen dan pangkalan, ada apa. Kita bisa cek di lapangan, siapa pun beli gas dijual aja dan lebih gila lagi toko-toko bisa jual. Toko yang jaringan Mart aja bisa ada jual LPG 3 kilo, itu dari mana. Kan jelas peruntukan salah,” tambahnya.

Sementara Kepada Desa bilang, butuh 700 KK LPG. “ Rata-rata orang cuma pakai 2 – 3 tabung buat rumah tangga, ya sudah, kenapa gak dikasih ke desa saja. Bayangkan, barang lepas di ibu kota, orang beli dijual ke desa, ya orang desa lah kena inflasi karena beli gas begitu mahal, ” tukasnya.

Karena itu, ia menekankan Pertamina harus dilakukan perombakan karena kasus kekurangan LPG 3 kilo terjadi seluruh Indonesia. Semuanya teriak tidak ada LPG, ternyata kenyataannya LPG melimpah di SPBE.

“Kita impor melimpah, subsidi dari Rp 72 triliun, 3 tahun lalu aku masuk Pertamina, tahun ini jadi Rp.117 triliun. Tahun depan kalau harga naik lebih mahal lagi, karena selalu bilang kurang, tapi menjelang susun anggaran di pasaran LPG hilang, lalu putusan ke Pemerintah apa, LPG nya kurang, ada peningkatan,” ujar Ahok lagi.

“Tadi saya bilang, kalau ini dilakukan, semua agen-agen dicabut, gak boleh lagi jual yang PSO, PSO semua lempar aja ke desa,” tegasnya.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *