FKRB Melihat Foresta Tidak Ingin Berdamai, Terkait Konflik Dengan Masyarakat Membalong

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Forum Keadilan Rakyat Belitung (FKRB) melihat sikap PT Foresta Lestari Dwikarya tidak ingin berdamai terkait konflik dengan masyarakat Membalong. Mereka tetap tidak ingin mencabut laporan kasus Martoni dan 10 orang tersangka lainnya.

Hal itu disampaikan Anggota FKRB, Ir Suryadi Saman saat ditemui pada Selasa (14/11/2023). Ia katakan pada dasarnya, pihaknya menghargai hal tersebut, hanya saja bila dilihat dari sisi keadilan, pihaknya menginginkan pemerintah, terutama eksekutif dan aparat penegak hukum (APH) dapat bersikap adil dalam masalah ini.

Menurutnya, berdasarkan fakta-fakta yang ada, jelas tidak hanya masyarakat yang salah, pihak perusahaan pun jelas-jelas salah. “ Yang dikejar sekarang mengenai pengakuan pihak perusahaan yaitu Fitrizal Zakir,” ujar Suryadi.

Wakil Gubernur Bangka Belitung tahun 2002 itu menuturkan, Fitrizal Zakir sendiri mengatakan ada 900 hektar selama ini, perusahaan menanam kepala sawit tidak berizin. “ Itu diakui di rapat pertama tim terpadu, ” tandasnya lagi.

Sehubungan hal itu, sudah ditindaklanjuti oleh FKRB dengan melakukan pelaporan secara lisan kepada Kejaksaan Negeri Belitung beberapa waktu lalu. “ Intinya, kalau memang keadilan ingin ditegakkan, tidak bisa berat sebelah. Tidak adilkan namanya, itu intinya. Kami mendesak itu,” tegasnya.

Karena itu lah, FKRB akan terus mendesak supaya APH menidak lanjuti temuan – temuan tersebut. Termasuk pengakuan dari pihak perusahaan kalau memang ingin adil. Kalau tidak dilakukan, konflik perusahaan dengan masyarakat Membalong tidak akan selesai.

‘’Menghukum rakyat dalam kondisi seperti ini, itu menambah beban sebenarnya untuk pemerintah ke depan, karena ada ketidak adilan di sini,’’ tukas Suryadi.

Lebih lanjut, ia tekankan hadirnya investasi di daerah, tujuannya untuk menambah lapangan pekerjaan bagi masyarakat dan meningkatkan kesejahteraan.

“Tidak dengan cara yang dilakukan Foresta kepada masyarakat. Kami bukan menolak investasi. Tetapi ini investasi yang akan memakan lahan yang luas, di pulau yang tidak akan bertambah luas,” sebut Suryadi.

Terlebih lagi sambungnya, sehubungan dengan investasi pasti ada kajian mengenai dampak jangka panjang bagi masyarakat. “ Salah satunya perkebunan kelapa sawit ini. Di mana perusahaan memakan lahan dengan luasan ribuan sampai puluhan ribu hektar sekarang,” ujarnya.

Akan tetapi berangkat dari fakta di lapangan dan dari apa yang dipelajari terhadap kasus Foresta, jelas -jelas tidak seimbang antara pemanfaatan lahan yang besar di suatu Pulau yang terbatas, dengan dampak yang dirasakan bagi masyarakat yang tinggal di pulau Belitung.

‘’Kalau jelas – jelas tidak memberikan manfaat untuk apa datang. Karena akan menimbulkan beban bagi generasi yang akan datang,’’ katanya.

Ia juga melihat, sebenarnya ada dua hal yang berbeda. Pertama HGU yang diberikan, sampai puluhan tahun. Kedua, perlu diketahui hak yang diberikan pemerintah itu, tidak serta merta bisa dipakai. Harus ada turunannya yang disebut dengan izin usaha perkebunan (IUP).

“Di sini, mereka itu harus dilihat izinnya kapan. Habisnya kapan, karena izin HGU dengan IUP itu harus sinkron, kalau gak sinkron di situ temuan, jadi sekarang gimana kalau ada pelanggaran seperti ini,” ujarnya

Suryadi mengatakan, waktu pertemuan dengan Penjabat (Pj) Gubernur Kepulauan Bangka Belitung (Babel) Suganda Pandapotan Pasaribu beberapa waktu lalu, terlihat muaranya ingin menempatkan tumpang tindih, izin dengan area yang sudah dipakai di luar HGU. “ Apalagi sudah ada pengakuan oleh Fitrizal itu,” bebernya.

Dari kondisi ini, ia menilai sudah jelas ada pelanggaran. Kalau dibiarkan, masyarakat akan kembali bertanya, kenapa dengan rakyat begitu sadisnya menghukum, tapi kepada perusahaan begitu ramahnya,” katanya lagi.

“Kita ingin keadilan itu, kalau memang mau adil se adil-adilnya kita tegakan saja, jangan berat sebelah. Walau pun nanti ada upaya-upaya untuk memaklumi, tapi masyarakat harus dilibatkan, sampai sejauh mana pemakluman ini bisa diterima masyarakat,” pungkasnya. (Arya)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *