Kota Tanjungpandan, 2 Bulan Beruntun Alami Deflasi, Ini Kata Mirza Dallyodi, Anggota Komisi III DPRD Belitung

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com — Dalam waktu 2 bulan berturut- turut, Mei dan Juni, Kota Tanjungpandan, mengalami deflasi. Kondisi ini secara keseluruhan juga terjadi di Bangka Belitung.

Disampaikan Baiq Kurniawati Kepala BPS Belitung, deflasi yang terjadi pada satu titik bisa berarti bagus, namun bila terus menerus terjadi, merupakan pertanda kalau ekonomi sedang tidak baik- baik saja.

IMG-20240621-WA0024

Terhadap kondisi tersebut, Mirza Dallyodi, Anggota Komisi 3 DPRD Belitung saat dimintai keterangan pada Selasa ( 2/7/2024) menjelaskan bila berbicara mengenai inflasi dan deflasi ini berhubungan dengan daya beli masyarakat, kemudian terkait pula dengan ketersediaan suplay barang di lapangan.

“ Kalau inflasi turun, pasti daya beli masyarakat menurun. Diakibatkan dari sumber- sumber ekonomi masyarakat turun. Maka terjadilah yang namanya penurunan inflasi. Terus mengapa inflasi jadi tinggi, karena permintaan barang tinggi, sehingga harga jadi tinggi,” katanya.

Baca Juga: 5 Raperda Diakhir Masa Jabatan DPRD Belitung Periode 2019-2024, Apa Saja

Kemudian, bila sekarang di isukan terjadi deflasi sambung Mirza, berarti terjadi penurunan jumlah uang yang beredar di masyarakat. Adanya transaksi rendah di masyarakat. Ini kembali pada power buy, kekuatan belanja dalam masyarakat.

“ Tentu hal ini merupakan PR utama kita. Saat ini adalah mencari sektor- sektor untuk meningkatkan daya beli. Sumber- sumber pendapatan masyarakat, perlu ditingkatkan atau diberi stimulus. Sementara di sources kita dari jasa dan alam,” ungkap Mirza.

Menyoal tentang alam, tentu bicara mengenai tambang. Masalahnya kata Mirza kebijakan tambang untuk daerah mengikuti Pusat.

Baca Juga: Aan Yakini Kondisi Inflasi di Beltim, Masih Bisa di Kendalikan

“Jadi kita belum jelas, bagaimana operasional tambang yang ada berkaitan dengan masyarakat penambang. Di mana Penambang kita, terkadang mereka menambang kita tidak tahu legalitas formalnya. Ini salah satu pengaruh,” katanya lagi.

Selanjutnya, bila melihat sektor jasa, tentu berkaitan dengan pariwisata. Yang sayangnya kondisi pariwisata Belitung belum membaik. Apalagi menurut Mirza, Belitung sendiri walaupun sudah ditetapkan sebagai destinasi, belum jadi tujuan destinasi sebenarnya di Indonesia.

“ Sehingga kita hanya mengharapkan EO ( Event Organizer) yang bergerak. EO ini juga mengharapkan dari instansi Pemerintah, instansi swasta. Mereka melakukan rapat- rapat, gathering di sini, dan lainnya,” tukas Mirza.

Berangkat dari situasi yang dialami Belitung inilah, Mirza menyarankan regulasi tambang harus segera diperbaiki. “ Harus jelas kebijakan pemerintah baik secara politik seperti apa. Begitu pula dengan sektor jasanya. Kalau bicara tiket mahal dan segala macam, itu karena keterbatasan jumlah penumpang. Ada suplay demand,” ujarnya.

Yang jelas ke depannya Belitung harus punya kegiatan ekonomi yang bisa meningkatkan harapan hidup masyarakat. “Sehingga masyarakat Belitung tidak keluar, dan masyarakat Belitung bisa bertambah dari luar,” tutur Mirza.

Untuk sektor unggulan lainnya, seperti perikanan dan kelautan, yang meski menyumbang PDRB terbesar bagi belitung, dikatakan Mirza sangat terbatas dari konsumsi masyarakat

Ada beberapa alasan terkait hal tersebut, terutama mengenai kebijakan sortir ikan yang diekspor. Sementara pada sisi lain, kalau itu dimasukkan dalam daerah, tetap menjatuhkan harga. Sebab nilai konsumsi masyarakat dengan hasil tangkap ikan mereka, membuat harga jadi murah. Sedangkan operasional nelayan tinggi. “ Jadi lagi- lagi kita bicara daya beli masyarakat,” katanya.

Lantas bagaimana bila fenomena deflasi ini berlangsung lebih lama. Mirza tak mau berandai- andai. Meski demikian, Politisi PKB itu berharap kondisi ini tidak akan berlarut- larut. Ada kondisi wait and see. Maksudnya?

“ Bagaimanapun Pengusaha itu melihat stabilitas sosial, politik dan budaya. Dan saat ini sosial politik. Kita masih mau masuk kebijakan baru pemerintah. Kita tunggulah, kita bersabar sedikit”.

“ Karena bagaimana pun kemampuan wira usaha kita dari dulu sampai sekarang masih ketergantungan dengan kebijakan politik. Harapan kita ke depan, semuanya harus mandiri. Semuanya bersifat inisiasi dari masyarakat untuk meningkatkan peluang usaha,” pungkasnya. (Yusnani)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *