Kunjungi Pelabuhan Tanjung Ru, Yuspian Akui Memang Banyak Cela Bagi Penyeludup Melancarkan Aksinya

oleh -

Belitung, belitongbetuah.com – Pj Bupati Belitung Yuspian meninjau pelabuhan Tanjung RU dan Tanjung Batu, terkait dengan adanya pengiriman timah ilegal yang keluar dari Belitung melalui pelabuhan tersebut.

Kepada pihak terkait, ia meminta pengawasan lebih diperketat, karena yang namanya melakukan niat, mereka pasti bisa mencari celah untuk meloloskan barang tersebut.

IMG-20240621-WA0024

“Namanya juga orang menyeludup. Ya, diam-diam dengan berbagai macam dititik lemah yang ada di kita, di samping jumlah SDM dan peralatan yang kurang dari kita,” ujar Yuspian, Kamis (4/7/2024).

Ia mengatakan harusnya pelabuhan tersebut memiliki alat pendeteksi dan timbangan barang di pelabuhan seperti halnya di bandara.

Baca Juga: Kota Tanjungpandan Belum Bebas Tambang: Untuk Mewujudkannya Masih Menjadi Tantangan

Sebutnya, kalau di bandara mempunyai alat pendeteksi, sehingga begitu barang yang mencurigakan lewat, akan langsung terdeteksi. Tidak perlu dibongkar, kecuali ada indikasi membawa barang yang berbahaya seperti jenis senjata tajam, senjata api, bahan peledak dan narkoba.

“Tapi karena di sini keterbatasan alat, kita juga tidak ada timbangan. Begitu mobil lewat disebut berapa ton, lewat aja, karena sebatas pandangan mata. Sebenarnya, kalau kita ada timbangan, kita bisa memperkirakan, karena ciri timah itu kan sifatnya berat,” tukasnya sehubungan dengan kondisi pelabuhan.

Ia juga katakan, sekali pun timah legal, sebenarnya tidak boleh melewati pelabuhan Tanjung RU, sebab bukan peruntukannya, apalagi timah ilegal yang tidak jelas asal usulnya.

“Di sana itu (Pelabuhan Tanjung RU) tetap ada celah, tentunya orang memanfaatkan cela-cela kelemahan itu seperti peralatan, kemudian keterbatasan kewenangan,” tandasnya.

Karena alasan itulah ujar Yuspian mengapa pengiriman timah ilegal lewat pelabuhan Tanjung RU. Jadi yang harus dilakukan adalah memperkuat koordinasi sesama pihak yang memiliki kewenangan guna mengurangi resiko pengguna pelabuhan untuk barang-barang penyeludupan, khususnya timah.

Apalagi di sana, kurangnya sumber daya manusia (SDM) dan keterbatasan peralatan merupakan faktor utama. “Portal pun tidak ada, deteksi logam tidak, timbangan pun tidak. Jadi itu kelemahannya,” pungkasnya. (Arya)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *