Boyong 8 Medali Emas di Porprov VI Babel: Mirza Katakan Perjuangan Atlit Gulat Sungguh Mengharukan, Ini Kunci Suksesnya

oleh

Belitung, belitongbetuah.com — Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) VI Bangka Belitung yang digelar di Kab. Bangka Barat dari tanggal 12 hingga 31 Agustus 2023 memang telah usai. Meski demikian, Mirza Dallyodi Ketua PGSI Belitung masih merasakan eforia kemenangan timnya. Ditemui di ruang Fraksi Bangsa Sejahtera pada Senin (4/9/2023) Mirza yang merupakan anggota DPRD Belitung ini, mengisahkan upaya perjuangan para atlit gulat mendulang mendali emas. Meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah, di tengah keterbatasan support system.

Seperti diketahui pada ajang olahraga bergengsi tersebut, Kab. Belitung sendiri berada di posisi ke-2 dari bawah. Dengan torehan mendali, 19 emas, 34 perak dan 74 perunggu. Posisi terakhir ditempati Bangka Selatan. Dari 19 mendali emas yang didapat Belitung, Gulat menyumbangkan 8 emas, 3 perak dan 7 perunggu. Total 18 mendali yang didapat.

Ini artinya, dari 18 kelas yang dipertandingkan, para atlit Gulat Belitung meraih mendali. Ini artinya juga, perolehan mendali emas Belitung, hampir setengahnya didapat dari Cabor Gulat.

Sehingga terasa wajar kiranya, bila Mirza masih menikmati eforia kemenangan tim-nya. Kelakarlah dengan Mirza tentang gulat, pasti wajahnya akan berseri-seri. Apalagi katanya raihan prestasi itu, di tengah keterbatasan fasilitas, sangat minim dan standar. ‘’ Kondisi support systim sangat minim. Sementara lawan- lawan kita, TC-nya di luar,’’ tuturnya.

Mirza mengisahkan pada hari pertama, digelar 5 pertandingan. Belitung meraih 1 mendali emas. Melihat itu, iapun datang ke arena, untuk mendukung dan memberikan motivasi kepada para atlit dan pelatih. Alhasil, pada hari kedua, dari 7 kelas yang dipertandingkan, Belitung mendapat 2 emas.

‘’ Pelatih melihat hal ini sudah pesimis. Mohon maaf Pak, gimana kondisi kita. Kate aku, dak bisa ini. Kite masih punya 6 pertandingan, 6 itu punye kite emasnya,’’ ujar Mirza menceritakan kondisi kala itu.

Untuk merebut 6 emas dari 6 laga yang tersisa, lalu Mirza meminta kepada pelatih, esok pagi untuk berkumpul. Mereka melakukan berdoa bersama, selain itu ia juga tak ingin mendengar keluhan, sebab sekarang saatnya untuk bertanding, bukan untuk mengeluh. ‘’ Jadi, kita harus maksimalkan potensi dan kekuatan yang ada. Kita fokus. Insya Allah dapat emas itu,’’ ujarnya, seraya menyebutkan dari 6 laga sisa, 5 emas berhasil di gondol.

Lalu apa kunci sukses para atlit gulat kita. Mirza menjelaskan pertama Fokus, kemudian kebersamaan tim, selanjutnya tidak ada kata mengeluh, pantang menyerah dan terakhir yakin dengan kekuatan doa.

‘’ Jadi memang sangat dramatis dan mengharukan perjalanan gulat ini. Tapi, aku orangnya kalau sudah tempur, tidak nanggung. Yang tidak masuk akal pun, harus kita cantumkan mimpi itu. Jadi waktu ditanya dari kawan-kawan media, berapa gulat target emas. Aku jawab 10. Tapi, Alhamdulillah hasilnya,’’ beber Mirza.

Dengan prestasi tersebut, Mirza sebutkan, semua perjuangan tim akhirnya terbayar, baik tenaga, waktu, kemampuan yang dikerahkan dan biaya yang dikeluarkan. Mundur ke belakang, Mirza menerangkan bila para atlit, intens melakukan latihan itu, selama sebulan terakhir sebelum Porprov.

‘’Karena latihan ini dak murah kan. Kite pun juak mengeluarkan biaya sendiri untuk tambahan. Support suplemen yang tidak sesuai standarlah. Namun, ke depan akan kita lengkapi kekurangan- kekurangan itu,’’ ujarnya lagi.

Kini, terhadap pencapaian itu, Mirza katakan jika semua timnya, merasa bangga dan terharu atas apa yang mereka raih. ‘’ Kami merasa bangga dan terharu. Dak terucap lagi, bagaimana perjuangan itu. Dramatis nye luar biase, gimane kite berjuang mati-matian. Dan, orang toh kesal melihatnye, ngape jadi kunyuk-kunyuk bisa menang. Mereka inikan agik SMA, ade yang baru tamat SMA, agik muda-muda mereka. Sementara lawannye senior-senior. Kite ade juak senior yang memang,’’ bebernya.

Lebih lanjut Mirza kisahkan, walau saat ditanya kawan-kawan media, berapa target emas di Porprov , kemudian dijawabnya 10 mendali emas, namun sesungguhnya bila merujuk dari statistik latihan, paling Gulat cuma meraih 3 atau 5 emas saja.

‘’Tapi ini karena ekspektasi urang gile seorang Mirza saja. Sebab menurut aku, untuk menang itu, banyak faktor X. Karena aku seorang petarung, aku tidak pernah berbicara biasa-biasa saja, aku cari yang luar biasa. Di mana, kita punya, tapi bisa. Bukan itu! Tapi bagaimana kita tidak punya, tapi bisa. Itu baru luar biasa! Jadi kita harus luar biasa, kita kerahkan segala kemampuan. Namanya saja, mau menang. Menang di kampong urang pulak,’’ pungkas Mirza. (Yusnani)


Yuk, ikutin terus perkembangan informasi seputaran Belitong melalui media online belitongbetuah.com atau cukup meng-klik link Fanpage Facebook -nya Belitong Betuah yang selalu menyajikan berita terlengkap seputaran Belitong yang kami update…

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *